Salam Pos Kupang
Salam Pos Kupang : Menuju Tenaga Kerja Mandiri
Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat dan Wakil Gubernur Josef Nae Soi merealisasikan salah satu janji kampanye pada Pilgub tahun 2018
Penulis: Kanis Jehola | Editor: Ferry Jahang
Menuju Tenaga Kerja Mandiri
PEMERINTAH Provinsi NTT di bawah pimpinan Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat dan Wakil Gubernur Josef Nae Soi mulai merealisasikan salah satu janji kampanye pada pemilihan gubernur (Pilgub) tahun 2018.
Salah satu janji saat itu ialah pelatihan para tenaga kerja agar menjadi tenaga kerja terampil.
Realisasi dari program tersebut diejawantahkan dalam program Dinas Koperasi, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinkopnakertrans) Provinsi NTT dengan mengirim 1.000 pemuda terbaik NTT untuk magang keluar negeri.
Untuk tahap pertama mengirim 25 orang ke Griffith University Australia.
Pengiriman pemuda magang keluar negeri ini merupakan salah satu upaya untuk menjawab tantangan dan perkembangan pembangunan NTT di waktu yang akan datang.
Apa yang dilakukan Pemprov NTT ini patut diapresiasi, karena apa yang sudah dijanjikan sudah terpenuhi walaupun belum diketahui seperti apa hasilnya nanti.
Tapi setidaknya, keinginan atau niat baik untuk memajukan masyarakat NTT yang disampaikan dalam masa kampanye sudah mulai terlaksana.
Apabila program ini untuk memajukan masyarakat NTT seluruhnya, maka hal penting yang perlu diperhatikan ialah proses perekrutannya.
Perekrutan para pemuda yang magang keluar negeri harus dilakukan secara transparan dan terbuka sehingga para pemuda yang dikirim juga benar-benar terwakili dari seluruh kabupaten di NTT, bukan hanya dari kabupaten tertentu.
Perlunya pemerataan dan transparansi dalam perekrutan para pemuda ini agar program mulia Pemerintah Provinsi NTT di bawah nakhoda baru daerah ini bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat NTT.
Selain itu, pola pembinaan para pemuda menjadi tenaga kerja mandiri dan terampil harus dilakukan tersistem, sehingga para pemuda yang dibina nantinya benar-benar terampil dan mandiri.
Setelah selesai magang di Griffith University Australia, tugas pemerintah belum selesai tapi harus dilakukan pembiaan lanjutan.
Salah satunya dengan membekali para pemuda yang sudah magang dengan memberi bantuan modal usaha.
Pemberian modal usaha ini bisa dilakukan dalam bentuk hibah pemerintah, tapi juga bisa dalam bentuk pinjaman lunak.
Perlunya pemberian bantuan modal usaha ini karena fakta selama ini ada begitu banyak tenaga kerja terampil tapi karena tidak memiliki modal usaha, maka tenaga kerja tersebut juga tidak bisa berbuat apa-apa.
Dengan kata lain, keterampilan yang dimilikinya akan mubazir.
Tak hanya itu, para pemuda atau tenaga kerja terampil yang sudah diberi bantuan modal usaha juga perlu terus diberikan pendampingan dalam mengembangkan usahanya.
Pendampingan harus dilakukan oleh orang-orang yang berpengalaman dan sukses dalam usaha, bukan dari pegawai kantoran yang hanya karena bidang tugasnya.
Pendampingan ini penting karena banyak tenaga kerja terampil gagal dalam berusaha karena kurang mampu me-manage usahanya.
Apabila tenaga kerja yang dibina benar-benar sudah mandiri, barulah para tenaga kerja itu dilepas. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/gubernur-ntt-viktor-laiskodat-dalam-balutan-pakaian-adat-sumba-barat-daya.jpg)