Tommy Soeharto Nilai 21 Tahun Reformasi Tidak Mengalami Kemajuan Pesat

Ketua Umum Partai Berkarya, Tommy Soeharto menilai 21 tahun Reformasi tidak mengalami kemajuan pesat

Tommy Soeharto Nilai 21 Tahun Reformasi Tidak Mengalami Kemajuan Pesat
POS-KUPANG.COM/Edi Hayong
Tommy Soeharto ketika melihat kegiatan tenun ikat di Oesapa, Kupang, NTT, Senin (18/3/2019) 

POS-KUPANG.COM | OEBELO - Ketua Umum Partai Berkarya, Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto menilai selama 21 tahun Reformasi, warga bangsa ini tidak mengalami kemajuan yang pesat.

Kondisi yang terjadi adalah harga-harga barang pokok melejit naik, listrik naik, tetapi penghasilan rakyat termasuk nelayan dan petani tidak ada peningkatan, sehingga hal tersebut tentunya sangat memberatkan rakyat.

Hal ini disampaikan putra bungsu Presiden ke-2 Soeharto ini dihadapan nelayan dan kader Partai Berkarya di Oesapa, Senin (18/3/2019).

Pemilu di Rabu Trewa, Uskup Larantuka Minta KPU Flotim Atur Baik Pemungutan Suara

Tommy juga menyoroti berbagai kegiatan dan layanan masyarakat yang dahulu sangat akrab ditemui, seperti Posyandu, (Pos Pelayanan Terpadu) yang merupakan kegiatan kesehatan dasar yang diselenggarakan dari, oleh dan untuk masyarakat yang dibantu oleh petugas kesehatan, juga kegiatan PKK, untuk membina dan melayani rakyat, justru saat ini tidak dilakukan lagi.

Pemilih Milenial di Nagekeo Ini Mengaku Sudah Tentukan Pilihan

Selain itu pembinaan-pembinaan kepada pelaku ekonomi kecil, serta kepada nelayan agar dapat mencapai kesejahteraan juga tidak konsisten dilakukan.

Tentunya hal inilah yang mendorong Partai Berkarya senantiasa bertekad untuk melakukan kerja dan karya yang lebih nyata bagi bangsa.
Tommy Soeharto juga menambahkan, Partai Berkarya akan fokus untuk menjalankan konsep Ekonomi Kerakyatan, yaitu konsep ekonomi yang mengutamakan ekonomi kecil yang hadir dari rakyat oleh dan untuk rakyat.

Pada kesempatan temu wicara tersebut, Tommy Soeharto itu juga banyak memaparkan mengenai teknologi tangkap ikan agar dapat digunakan para nelayan untuk meningkatkan hasil tangkapannya, dan juga metode penjualan, serta pola pendistribusian yang dapat dilakukan nelayan kampung Oesapa khususnya, dan Nusa Tenggara Timur pada umumnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edi Hayong)

Penulis: Edy Hayong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved