Hilang di Tepi Pantai Desa Waijarang, Sudah 4 Hari Fridus Salu Belum Ditemukan

Hilang di Tepi Pantai Desa Waijarang, sudah 4 hari Fridus Salu Belum ditemukan

Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Frans Krowin
Aktivitas pencarian Fridus, korban yang hilang sejak (Kamis 14/3/2019) 

Hilang di Tepi Pantai Desa Waijarang, sudah 4 hari Fridus Salu Belum ditemukan

POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA - Sudah empat hari terakhir terhitung Senin - Kamis (11-14/3/2019), Fridus Salu belum juga ditemukan. Korban yang hilang saat menyuluh di tepi Pantai Desa Waijarang itu, sampai sekarang masih terus dicari oleh keluarga maupun aparat polisi dan TNI AL.

Disaksikan POS-KUPANG.COM, Kamis (14/3/2019), kapal patroli polisi dan TNI AL, terus menyisir perairan Lewoleba. Mereka hilir mudik di perairan Teluk Lewoleba dan sesekali menggunakan teropong untuk mencari keberadaan korban.

LTSA PPPMI Pulau Flores Dibangun di Maumere

Selain kapal patroli yang aktif mencari korban, perahu motor milik para nelayan di Lewoleba juga terlibat dalam upaya pencarian tersebut. Mereka sama-sama mencari korban tapi sampai saat ini, jasad korban belum juga ditemukan. Pencarian itu dilakulan sejak pagi hingga malam tiba.

Kepada POS-KUPANG.COM di Lewoleba, Kamis (14/3/2019), Kapolres Lembata, AKBP Janes Simamora melalui Kasat Reskrim, Iptu Yohanis Wila Mira, mengatakan, hingga hari keempat upaya pencarian tersebut, jasad korban belum juga ditemukan.

Ruas Jalan Nasional Labuan Bajo-Ruteng, 34 Titik Longsor Bisa Dilewati, 4 Titik Masih Ditangani

"Sudah empat hari ini korban belum juga ditemukan. Meski begitu, kami akan terus melakukan pencarian. Kami sangat berharap agar korban bisa segera ditemukan," ujar Kasat Yohanis.

Dikatakannya, upaya pencarian tersebut akan dilakukan hingga Sabtu (16/3/2019) nanti. Bila dalam tenggat waktu tersebut korban belum juga ditemukan, maka pencarian itu terpaksa dihentikan.

"Kami akan menghentikan upaya pencarian itu sampai Sabtu nanti. Kami berharap agar dalam kurun waktu dua hari ini, jasad korban bisa ditemukan. Tapi jika nantinya korban belum ditemukan, maka kami terpaksa menghentikan upaya pencarian ini," tandas Yohanis.

Dia menyebutkan, pencarian korban itu tidak semata dilakukan di dalam Teluk Lewoleba tetapi juga ke Tanjung Lontar dan perairan Ile Ape, serta selat Lamakera (antara Solor dan Tanjung Naga dan perairan selatan Kabupaten Lembata.

Bahkan pesisir pantai Pulau Adonara juga telah didatangi tim SAR berkali- kali. "Tapi pada semua tempat itu, kami tidak menemukan adanya tanda-tanda korban segera ditemukan. Apalagi saat ini cuaca sedang kurang bersahabat. Kami hanya berharap agar masyarakat terus memberikan dukungan dan doa agar upaya pencarian tidak mengalami hambatan seperti hari-hari sebelumnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Frans Krowin)

Sumber: Kompas.com
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved