Melianus Tamonob Sebut Pengaduan Warga Neke Sarat Muatan Politik

Melianus Tamonob dari CV Ariston menanggapi santai pengaduan warga Neke ke DPRD TTS terkait pemasangan meteran listrik.

Penulis: Dion Kota | Editor: Ferry Ndoen
POS KUPANG/DION KOTA
Warga Neke, Kabupaten TTS mengadu ke DPRD TTS, Rabu (13/3/2019) 

Laporan Reporter pos Kupang.com, Dion Kota

POSKUPANG.COM, SOE- Melianus Tamonob dari CV Ariston menanggapi santai pengaduan warga Neke ke DPRD TTS terkait pemasangan meteran listrik.

Ia menyebut, laporan warga tersebut sarat muatan politik dan ditunggangi oknum caleg tertentu. Pasalnya saat ini, Melianus Tamonob diketahui maju sebagai Caleg DPRD TTS dari Partai PDI Perjuangan dari dapil III, Kabupaten TTS.

" Kakak dari 147 KK yang saya pasang instalasinya, sudah 118 KK yang sudah ganyong meterannya dan listrik sudah menyalah. Tipu kalau mereka omong hanya 18 KK yang menyalah. Saya tahu ini ada Caleg layan politik saya yang tunggangi pengaduan warga tersebut," ungkap Tamonob kepada pos Kupang, Rabu (13/3/2019) melalui sambungan telepon.

29 KK yang meterannya belum terpasang lanjut Tamonob, disebabkan karena ketersediaan meteran listrik di PLN cabang Soe sejak akhir tahun lalu habis. Namun dirinya memastikan jika sisa 29 KK yang belum terpasang meteran listrik akan segera terpasang jika PLN cabang Soe sudah memiliki stok meteran.

" Semua berkas pelanggan baru sudah masuk ke PLN jadi kalau meteran sudah terpasang pasti saya selesaikan pekerjaan di desa Neke," janjinya.

Terkait tudingan membawa lari uang warga desa Neke sebanyak 430 Juta, Tamonob membantah hal tersebut. Ia malahan menyebut, jika sebagian besar masyarakat Desa Neke yang sudah menikmati listrik justru belum melunasi pembayaran pemasangan meteran baru.

" Selama ini saya tidak pernah ambil uang langsung dari masyarakat. Semua warga kumpulkan uang di kepala desa baru saya ambil. Semua ada bukti penerimaannya. Dan uang yang saya terima belum sampai angka 430 juta. Justru warga Neke yang masih berutang kepada saya dengan total 80 juta," pungkasnya.

Begini Target Kelulusan UN 2019 Dinas Dikbud Kota Kupang

Untuk diketahui, Delapan warga Desa Neke, Kecamatan Oenino yang mewakili 147 KK, Rabu (13/3/2019) siang mengadu ke DPRD TTS dan diterima di ruang wakil pimpinan DPRD TTS. Warga Neke diterima langsung oleh Ketua DPRD TTS, Jean Neonufa, Wakil Ketua DPRD TTS, Imanuel Olin dan anggota DPRD TTS, Beny Banamtuam.

Perwakilan warga, Petrus Benu mengatakan, sebanyak 147 warga Desa Neke merasa tertipu oleh Melianus Tamonob dari CV Ariston yang mengaku, sebagai pemenang tender pemasangan instalasi listrik di desa Neke. Uang sebanyak 430 juta sudah disetorkan masyarakat sejak tahun 2017 guna pemasangan meteran listrik kepada Melianus Tamonob, namun hingga saat ini, baru 18 KK yang meteran listrik terpasang.(*)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved