BREAKING NEWS: Perekrutan THL Diduga Tidak Transparan, FPPN Demo Pemkab Nagekeo

BREAKING NEWS: Perekrutan THL Diduga Tidak Transparan, FPPN Demo Pemkab Nagekeo

BREAKING NEWS: Perekrutan THL Diduga Tidak Transparan, FPPN Demo Pemkab Nagekeo
POS-KUPANG.COM/Gordi Donofan
Anggota FPPN saat gelar demonstrasi terkait perekrutan THL di Halaman Kantor Bupati Nagekeo, Selasa (12/3/2019). 

Namun tidak ada kejelasan dan membuat para THL sakit hati karena Pemda Nagekeo yaitu Bupati dan wakil Bupati merekrut secara diam-diam THL baru.

Ia mengatakan perekrutan THL yang syarat kepentingan dan tidak transparan membuat FPPN kecewa dan merasa dianaktirikan oleh Pemda Nagekeo.

"Kami anak-anak Nagekeo. Apa bedanya kami dengan orang yang direkrut tidak secara transparan itu. Dimanakah keadilan. Ini sangat diskriminatif," ujar Gusti.

Maria Dolorosa Roga, mengatakan, FPPN bukan forum politik dan FPPN merupakan para pemuda Nagekeo yang tidak mau dianaktirikan oleh pemda.

Maria mengatakan agar Pemkab Nagekeo tidak boleh membeda-bedakan dalam perekrutan THL. Jika memang mau merekrut harus secara terbuka dan tranparan. Tidak boleh direkrut atas kesenangan pribadi.

"Kami adalah anak-anak Nagekeo. Kami bekerja lebih daru 7 hingga 8 tahun. Kami bisa bekerja. Kami sakit hati. Karena ada teman kami ada yang direkrut. Apa bedanya dengan kami? Kami hanya minta tolong jangan beda-bedakan kami. Nagekeo itu milik kami juga. Merekrut itu hak bapa. Tapi harus tranparan sehingg kami tidak rasa merasa sakit hati. Karena kami yang berjumlah 1046 orang juha memiliki kompentensi," ujarnya.

Sementara Bupati Nagekeo, dr. Johanes Don Bosco Do, saat menerima anggota FPPN di Aula Setda Nagekeo, mengatakan, pihaknya sangat menghargai dan menerima luapan rasa kekecewaan dari pada mantan THL. Tapi mesti harus beretika dan elegan.

Ia mengaku pihaknya sudah menerima Analisis Beban Kerja (ABK) dan Analisis Jabatan (Anjab) dari setiap pimpinan OPD.

Ia juga mengatakan proses perekrutan yang sudah dilakukan itu karena memang kebutuhan yang sangat mendesak seperti tenaga kebersihan pada dinas PUPR dan pada Satuan Polisi Pamong Praja.

Pantauan POS-KUPANG.COM, anggota FPPN tidak puas dengan jawaban yang diberikan oleh Bupati Don, sehingga ratusan lebih massa memilih untuk keluar dari dalam ruangan. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan)

Penulis: Gordi Donofan
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved