Bhayangkari Sat Brimobda NTT Kembangkan Pecel Pincuk Kelor Teratai

Bhayangkari Sat Brimobda NTT mengembangkan panganan lokal yang disebut Pecel Pincuk Kelor Teratai dan Es Dawet Kelor.

Bhayangkari Sat Brimobda NTT Kembangkan Pecel Pincuk Kelor Teratai
Endang Deonijiu untuk POS-KUPANG.COM
Kegiatan Bhayangkari Cabang Sat Brimobda NTT di arena CFD

POS-KUPANG.COM | KUPANG- Berawal dari dana pengembangan ekonomi sebesar Rp 276 ribu, Bhayangkari Cabang Sat Brimobda NTT memulai wirausaha dengan masakan yang diberi nama pecel pincuk kelor teratai dan dawet kelor.

Pecel ini dibuat oleh ibu-ibu anggota bhayangkari. Setiap anggota memiliki tugas masing-masing. Makanan pecel pincuk kelor teratai ini dengan bahan baku kelor.

"Saya menginisiasi untuk pembuatan pecel pincuk karena di asrama ini ada banyak pohon kelor dan ibu-ibu bhayangkari ini adalah ibu-ibu yang pintar masak. Dengan keterampilan anggota Bhayangkari Brimob yang mampu mengelola sehingga dapat ditampilkan dalam beberapa event yang ada, termasuk dekorasi yang dibuat dari keberagaman daerah ibu-ibu Brimob," ujar Ketua Bhayangkari Cabang Sat Brimobda NTT, Endang Deonijiu, Sabtu (9/3/2019).

Anggota  Bhayangkari Cabang Sat Brimobda NTT saat jual panganan pecel pincuk kelor teratai dan es dawet kelor di CFD Kupang
Anggota Bhayangkari Cabang Sat Brimobda NTT saat jual panganan pecel pincuk kelor teratai dan es dawet kelor di CFD Kupang (Endang Deonijiu untuk POS-KUPANG.COM)

Ia menambahkan, untuk dekorasi dengan daun pisang, bahannya juga tersedia di lokasi asrama. Menurutnya, motivasi mengembangkan masakan ini adalah untuk memperkenalkan masakan anggota, apalagi ditambah dengan daun kelor yang memiliki manfaatnya.

"Nah UKMK ini tidak perorangan karena setiap anggota dengan tugas masing-masing. Ibu Imelda dan Ibu Echi Umar bertugas untuk membuat bumbu. Ibu Yahya bertugas di bagian pelayanan, Ibu Wayan Sudiarta masak lontong dan peyek, saya bagian masak sayur. Sedangkan untuk es dawet kelor, dikerjakan Ibu Novi Bayu dan Ibu Amos," ujar Endang yang saat itu didampingi beberapa anggota Bhayangkari.

Setelah kurang lebih empat kali berturut-turut berjualan di arena CFD Kupang, ternyata respon masyarakat sangat bagus. Dan ini menjadi evaluasi untuk mereka bisa berjualan rutin di CFD, apalagi makanan ini sehat dan harganya murah sekali, hanya Rp 10 ribu per porsi dimana di dalamnya ada juga nasi, sayur,tempe, tahu dan juga telur.

Apalagi pada saat ikut mengisi kegiatan Festival Sarung Tenun Ikat dan Musik NTT dimana mereka hadir di sana. Saat itu, Gubernur NTT, Viktor Laiskodat juga meninjau stand Bhayangkari Cabang Brimob. Ia mengatakan, festival tersebut menjadi momentum dan menunjukkan kepada dunia bahwa generasi-generasi dahulu melahirkan karya-karya intelektual yang patut dilestarikan. Ia juga menyambut baik kuliner yang kreatif memadukan daun kelor dalam suatu panganan dan minuman.

Ketua dan Anggota  Bhayangkari Cabang Sat Brimobda NTT yang kembangkan panganan dari kelor yakni pecel pincuk kelor teratai dan es dawet teratai
Ketua dan Anggota Bhayangkari Cabang Sat Brimobda NTT yang kembangkan panganan dari kelor yakni pecel pincuk kelor teratai dan es dawet teratai (POS-KUPANG.COM/HERMINA PELLO)

Polwan berpangkat AKP ini menuturkan, dari dinas koperasi menawarkan untuk mendaftarkan diri dan bergabung dalam UMKM Koperasi Berbadan Hukum di wilayah Pemda NTT serta diundang pada event UMKM Millenial Expo Maret 2019 akhir bulan Maret ini di Mall Lippo. "Saya menyambut baik tawaran, agar kegiatan ini bisa dikembangkan menjadi UMKM," ujarnya.

Ia mengatakan, latar belakang dari semua kegiatan yang dilakukan, adalah bagaimana mereka bisa berkarya dan akhirnya dikenal masyarakat.

"Bagaimana kami berkarya dengan uniform ini sehingga bisa dikenal masyarakat. Mungkin masyarakat belum memahami atau tahu ada organsiasi wanita yang diwadahi bayangkari. Kami mengambil nama teratai, ini diambil dari filosofi Brimob yakni seperti bunga teratai, hidup dan berkembang dimana pun dia berada. Di air hidup dan di darat hidup," ujarnya.

Dia mengakui semua bayangkari orangnya wonder dan luar biasa apapun dilakukan untuk memberikan yang terbaik. Motivasi awal adalah ingin mencari dana, organisasi Bhayangkari ini selain AD ART ada tapi bagaimana bisa mencari dana dari sumber lain untuk meningkatkan SDM lebih lagi melalui pelatihan dan pengetahuan dengan tujuan akhir adalah kesejahteraan dari Bhayangkari.

Ketua  Bhayangkari Cabang Sat Brimobda NTT, Endang Deonijiu
Ketua Bhayangkari Cabang Sat Brimobda NTT, Endang Deonijiu (Endang Deonijiu untuk POS-KUPANG.COM)

Endang ingin menggerakan bhayangkari untuk terlibat dalam wirausaha kecil. Apalagi ada dua anggotanya yang memiliki keterampilan menenun.

"Beberapa waktu lalu, saya sempat membawa hasil tenun mereka dan promosikan di Jakarta dan hasilnya sekitar Rp 14 juta," ungkapnya.

Ini sebagai contoh untuk anggota yang lainnya agar bisa meningkatkan kesejahteraan dengan usaha. Saat ini jumlah anggota Bhayangkari di Kupang ada 276 orang, dan ada juga tersebar di delapan daerah dengan total 666. (*)

Penulis: Hermina Pello
Editor: Hermina Pello
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved