Abuk Sempat Melihat Suaminya Blasius Mali Berkelahi dengan Buaya, Begini Kronologinya

Istri Lolenta Abuk sempat melihat suaminya Blasius Mali Bara berkelahi dengan buaya, begini kronologinya

Penulis: Teni Jenahas | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Teni Jenahas
Buaya sedang membawa tubuh korban dalam air saat diabadikan, Sabtu (9/3/2019). 

Istri Lolenta Abuk sempat melihat suaminya Blasius Mali Bara berkelahi dengan buaya, begini kronologinya

POS-KUPANG.COM | BETUN - Warga Desa Bere Liku, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka, Provinsi NTT, Blasius Mali Bara (50) diterkam buaya, Sabtu (9/3/2019) sekitar pukul 14.00 Wita.

Sampai berita ini diturunkan korban belum ditemukan. Peristiwa ini terjadi di muara dari kali Loodik.  Istri korban, Lolenta Abuk dan keluarga mengisahkan kronologis peristiwa itu kepada wartawan.

Di Amanuban Selatan, Camat, Kapolsek dan Danramil Turun Tangan Tangkap Pelajar yang Bolos

1. Sabtu (9/3/2019) pagi, ia bersama suami dan cucunya menghantar alat tangkap ikan yang terbuat dari anyaman lidi ke muara. Mereka belum mulai menangkap ikan karena air masih surut.

Sambil menunggu air laut pasang mereka kembali ke rumah sekaligus makan siang.

2. Setelah makan siang sekitar pukul 13.00 Wita, ketiganya kembali ke muara untuk menangkap udang dan ikan.

BMKG Ingatkan Warga Kota Kupang Waspada Fenomena Squal Line

3. Korban masuk ke dalam air di muara untuk memasang alat tangkap udang. Sementara memasang alat tangkap udang, buaya muncul dari dalam air lalu menerkam korban di bagian kakinya.

4. Istri korban, Lolenta Abuk melihat langsung suaminya berkelahi dengan buaya di dalam air dalam waktu yang cukup lama. Korban melakukan perlawan terhadap serangan buaya dalam air. Korban meninju buaya di bagian kepala dengan tangan sambil berusaha menepi ke pinggir muara.

Perjuangan korban hampir berhasil saat korban sudah sampai di tepi muara namun buaya yang semakin ganas itu terus mengejar korban sampai ke pinggir muara.

Diduga korban kehabisan tenaga sehingga tidak mampu lagi melawan serangan buaya. Buaya terus menerkam kembali korban hingga hilang ke dalam air.

Saat terjadi perkelahian antar korban dan buaya, istri korban tidak bisa membantunya karena posisi istrinya berada di salah satu pinggir muara sedangkan korban bergeser ke sisi sebelahnya. Posisi air di muara sudah tinggi serata leher orang dewasa.

5. Setelah korban hilang diterkam buaya ke dalam air, istrinya memutuskan pulang ke rumah untuk memanggil keluarga guna mencari korban.

6. Setelah mendapat informasi dari istri korban, keluarga langsung bergegas menuju lokasi kejadian. Sejumlah warga sempat melihat tubuh korban diseret buaya di permukaan laut. Saat itu, tubuh korban yang dilihat hanya bagian badan saja sedangkan kepalanya tidak terlihat.

7. Keluarga mencari korban dari hari Sabtu pukul 14.00 Wita hingga Minggu pagi (10/3/2019).

8. Setelah proses pencarian lebih dari 12 jam tidak ditemukan, keluarga memutuskan untuk berhenti sementara sambil meminta bantuan pawang buaya untuk mencari kembali korban.

9. Sekitar pukul 12.00 Wita, keluarga melanjutkan pencarian korban di lokasi. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Teni Jenahas)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved