Berita Pendidikan

SMP Negeri 1 Kupang Tengah Salurkan Bakat Siswa dengan Pentas Seni

Tahun 2018, SMP Negeri 1 Kupang Tengah menggelar pentas seni yang diikuti para siswa dengan aneka kegiatan seni.

SMP Negeri 1 Kupang Tengah Salurkan Bakat Siswa dengan Pentas Seni
Dokumentasi SMP Negeri 1 Kupang Tengah
SMP Negeri 1 Kupang Tengah Gelar Pentas Seni 

"Semua kelas mengirim utusannya mengikuti pentas seni. Selama empat hari digelar pentas seni dan sangat meriah.
Mereka melatih sendiri dibimbing para guru kelas, dan kami memberikan kebebasan kepada para siswa memilih seni gerak masing-masing. Bagi para juara diberikan hadiah berupa buku tulis," kata Rahel.

Jangan Senang Dulu, Tidak Semua Pengangguran Bisa Dapat Kartu Pra Kerja, Simak Penjelasan Moeldoko

Menurut Rahel, para siswa begitu antusias mengikuti pentas seni. Hadiah bukan menjadi target mereka tetapi suasana keakraban dan kebersamaan itulah yang menjadi motivasi dasar untuk mereka menyalurkan bakatnya.

"Pada lomba fashion show kami minta agar siswa mengenakan pakaian adat nusantara. Dewan juri diambil dari sekolah sehingga anak-anak merasa percaya diri tampil di panggung.

Mereka rata-rata dari kampung tetapi gerakan fashion show tidak kalah dengan anak-anak yang sekolah di kota," kata Rahel.

Rahel juga merasa bangga dengan siswa didikannya yang begitu percaya diri tampil membawa nama sekolah dan Kabupaten Kupang pada lomba peraturan baris berbaris (PBB) tingkat Provinsi NTT belum lama ini.

Teenager: Ini Loh Tips dan Kata Mutiara Teenager Agar Langgeng Dalam Pertemanan

Dia mengatakan, sekolah mengutus dua regu yakni regu putra dan putri. Alhasil, untuk regu putri meraih juara III tingkat Provinsi NTT.

"Pada HUT Pramuka tingkat Provinsi NTT kami meraih juara III. Sebagai pembimbing tentu bangga. Walaupun kami dari daerah tapi bisa mengalahkan sekolah yang ada di provinsi.

Anak-anak kami latih untuk disiplin berlatih dan harus percaya diri," kata Rahel diamini Beni.

Ketua PHDI Ucap Terima Kasih Kepada Masyarakat dan Pemerintah Kota Kupang

Sekolah, kata Rahel, mendapatkan uang pembinaan Rp 500.000. Kegiatan PBB ini sudah menjadi rutinitas kegiatan ekstra kurikuler sehingga ketika ada perlombaan bukan merupakan hal baru lagi. Apalagi para orangtua juga sangat mendukung anaknya untuk mengikuti ekstra kurikuler di sekolah.

"Para guru sangat aktif mendorong anak-anak untuk rajin berlatih. Kami hampir setiap saat memberikan latihan ekstra kurikuler agar bakat anak-anak tidak tenggelam begitu saja," katanya. (*)

Penulis: Edy Hayong
Editor: Apolonia Matilde
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved