Warga Desa Bidoa Minta Pemda Pasang Lampu di Pertigaan Aegela

Pemerintah kabupaten Nagekeo bisa memberikan perhatian yang serius untuk menata Aegela yang merupakan pintu masuk ke ibukota

Warga Desa Bidoa Minta Pemda Pasang Lampu di Pertigaan Aegela
POS KUPANG/GORDI DONOFAN
Warga Aegela, Ostin Bero 

POS-KUPANG.COM | MBAY --Beberapa warga masyarakat Desa Bidoa di Kecamatan Nangaroro, kabupaten Nagekeo meminta agar pemerintah kabupaten Nagekeo bisa memberikan perhatian terhadap keberadaan Aegela yang berada pada jalur pertigaan menuju ibukota Kabupaten Nagekeo, kabupaten Ende dan kabupaten Ngada.

Pemerintah kabupaten Nagekeo mestinya merasa berkepentingan untuk menata wilayah Aegela sebagai pintu masuk ke ibukota kabupaten Nagekeo dengan langkah - langkah yang konkrit.

Warga Desa Bidoa, Ostin Bero, mengaku pada kunjungan wakil Bupati Nagekeo, Marianus Waja dalam rangka melantik dan mengambil sumpah kepala desa Bidoa, Wenslaus Were satu bulan lalu di Kantor Desa Bidoa dalam dialog meminta agar pemerintah kabupaten Nagekeo bisa memberikan perhatian yang serius untuk menata Aegela yang merupakan pintu masuk ke ibukota kabupaten Nagekeo.

Live Streaming Persita Tangerang vs Persela Lamongan di Piala Presiden, Senin (4/3) Jam 15.30 WIB

ISIS Gunakan Bom Mobil dan Perisai Manusia, Masih Bertahan di Baghouz-Suriah

Liga Inggris: Ditahan Everton Kacamata, Liverpool Gagal ke Puncak Klasemen

DPRD Ende Masih Temukan Ada Usulan Pemekaran Kecamatan

Langkah yang bisa dilakukan oleh pemerintah kabupaten Nagekeo yakni memasang beberapa lampu di pertigaan Aegela sehingga pada malam hari, bisa terang dan tidak menimbulkan rasa takut ketika ada warga yang melintasi wilayah itu.Selama ini, banyak warga terutama para penumpang yang menunggu kendaraan pada malam hari, sering mengeluhkan, karena gelap gulita.

" Hampir setiap hari terutama pada malam hari ada penumpang yang menunggu kendaraan di Aegela.Mereka sering mengeluh dan merasa takut kerena tidak adanya lampu jalan dan kondisi pertigaan Aegela pada malam hari gelap gulita," ujar Ostin, kepada POS-KUPANG.COM, Senin (4/3/2019).

Ostin mengatakan Aegela harus ditata secara baik dan serius oleh pemerintah agar memberikan kesan yang meyakinkan kepada orang baru yang melintasi jalur Ende dan Bajawa bahwa pintu masuk menuju kota kabupaten benar - benar ada warna yang baik karena ditata secara baik.Selama ini, pemerintah kabupaten Nagekeo sama sekali tidak memiliki kepekaan untuk menata Aegela dengan baik dengan kebijakan - kebijakan yang konkrit.

Ia mengatakan pada masa kepemimpinan Bupati Ngada, almarhum Mateus Jhon Bei saat itu, Aegela sungguh diberikan perhatian dan ditata seperti membangun Terminal Antara. Kesan saat itu, Aegela menjadi kota kecil dan sangat ramai.

Tiga Kapal Ikan Vietnam Dimusnahkan, Dua Ditenggelamkan dan Satu Dibakar

Namun sayangnya tidak dilanjutkan, dan bahkan terminal yang dibangun dengan uang negara ditelantarkan dan tidak difungsikan.Sekarang menjadi hutan, dan tidak terurus lagi.

" Sayang sekali, pemerintah kadang membangun sesuatu tanpa konsep yang jelas dan terkesan pembangunan dilakukan hanya sekedar menghabiskan uang yang dikirim pemerintah pusat.Keberhasilan yang diukur, adalah ketika uang bisa dihabiskan, namun pemanfaatan dan keberlanjutan, tidak menjadi dasar dari kebijakan pembangunan," ungkapnya.

Warga lainnya, Oskar Sara, meminta agar kepemimpinan Bupati Johanes Don Bosco Do dapat memberikan perhatian untuk menata kembali Aegela menjadi sebuah wilayah pertumbuhan baru yang dapat memberikan keuntungan secara ekonomi bagi warga di kawasan Ndora.

Caranya dengan memfungsikan kembali terminal Antara Aegela yang selama ini dibiarkan terlantar dan tidak terurus.

Langkah pertama adalah memasang lampu - lampu jalan di sekitar pertigaan Aegela yang selama ini gelap gulita. Dengan memasang lampu - lampu jalan, para penumpang yang menunggu kendaraan pada malam hari merasa lebih nyaman.

Selain itu, lanjut Oskar, pemerintah kabupaten Nagekeo juga agar bisa membangun Halte. Hal ini penting, karena selama ini, di Aegela tidak ada tempat yang pasti bagi penumpang yang menunggu kendaraan.

Bila dibangun Halte, maka para penumpang merasa lebih nyaman saat menunggu kendaraan, terutama pada malam hari.Dua hal ini adalah kebutuhan penumpang selama ini yang kiranya bisa diperhatikan oleh pemerintah kabupaten Nagekeo.

"Sebagai masyarkat, kami minta agar pemerintah perhatikan untuk dua hal ini, yakni lampu jalan dan halte di pertigaan Aegela, karena selama ini selalu dikeluhkan oleh para penumpang yang menunggu kendaraan terutama pada malam hari," harap Oscar.(Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Gordi Donofan)

Penulis: Gordi Donofan
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved