Senin, 27 April 2026

Pasangan Mahasiswa yang Lakukan Aborsi Mahasiswa Aktif Politani Kupang

Pasangan mahasiswa yang melakukan tindak pidana aborsi, Jumat (28/2/2019), merupakan mahasiswa aktif di Politeknik Pertanian Negeri Kupang.

Penulis: Gecio Viana | Editor: Adiana Ahmad

"Saya akan berkoordinasi dengan ketua jurusan dan ketua prodinya kalau memang mereka Mahasiswa Politani, saya akan sampaikan. Tapi bisa-bisa di-DO (drop out)," tegas Thomas.

"Besok kami akan apel dan saya akan memperingatkan dengan keras anak-anak kami," tambah Thomas.

Thomas mengaku dalam kurun beberapa waktu terakhir ini pihaknya banyak disibukkan dengan berbagai persoalan.

"Kemarin itu baru urus dosennya sekarang anak lagi," ungkap Thomas.

Seorang mahasiswa di salah satu universitas negeri di Kota Kupang, HDD (20) diduga melakukan tindak pidana aborsi.

Tindakan tersebut dilakukan bersama sang pacar, KMF (21) di Asrama Pemda Alor Jln Alfa Omega RT 13 RW 03 Kelurahan Lasiana Kecamatana Kelapa Lima, Kota Kupang pada Minggu, (24/2/2019).

Merasa Takut, Pasangan Mahasiswa di Kupang Nekat Lakukan Aborsi

Kasus Aborsi di Asrama Pemda Alor, Ketua RT 13 Resah, Bukan Baru Sekali Terjadi

Kapolsek Kelapa Lima Polres Kupang Kota, AKP Didik Kurnianto, SH pada Senin (25/2/2019), mengungkapkan kronologi kejadian tersebut.

Dijelaskannya, berdasarkan keterangan pelaku, KMF (21) kepada pihak kepolisian, sebelumnya pada Sabtu (23/2/2019) sekitar pukul 08.00 Wita sang kekasih, HDD (20) mendatanginya dan mengeluh sakit pada bagian perut.

Setelah itu, HDD (20) menginap di kamar sang pacar yang berada di Asrama Pemda Alor.

Lebih lanjut, pada Minggu (24/2/2019) sekira pukul 16.00 Wita HDD (20) mengatakan sudah tidak mampu menahan rasa sakit dan hendak melahirkan.

HDD (20) pun melahirkan bayi mungilnya dibantu oleh sang kekasih. Setelah melahirkan, sang pacar membungkus bayinya menggunakan kain sarung dan dimasukkan ke dalam dus lalu menyimpannya di dalam kamar sembari membersihkan kamar pasca persalinan.

Setelah membersihkan kamar, KMF tega mengubur bayi yang baru dilahirkan tersebut tepat di samping asrama Pemda Alor tanpa ada yang membantu sekira pukul 19.00 Wita.

Lebih lanjut, seusai mengubur sang bayi, KMF kembali ke dalam asrama dan mendapati sang kekasih, HDD mengeluh pusing.

Mengetahui keadaan HDD yang terus memburuk, rekan-rekannya yang berada di asrama tersebut melarikannya ke RS Mamami untuk mendapatkan tindakan medis.

Anggota Polsek Kelapa Lima yang mendapatkan Informasi dari RAIMAS Polda NTT sekira pukul 02.00 Wita langsung bergerak cepat menangani kasus tersebut.

4 Kasus Mahasiswa Lakukan Aborsi Yang Pernah Menghebohkan Masyarakat NTT Nomor 4 Paling Sadis

Mahasiswa di Kupang Diduga Lakukan Aborsi

Sumber: Pos Kupang
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved