Mahasiswi di Kupang yang Diduga Lakukan Oborsi Masih Jalani Pemeriksaan

Mahasiswi di Kota Kupang yang diduga melakukan tindak pidana Aborsi, HDD (20) masih menjalani pemeriksaan di Mapolsek Kelapa Lima

Penulis: Gecio Viana | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Laus Markus Goti
Kamar KF di Asrama Pemda Alor dipasang garis polisi, Senin (25/2/2019). 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Mahasiswi di Kota Kupang yang diduga melakukan tindak pidana Aborsi, HDD (20) masih menjalani pemeriksaan di Mapolsek Kelapa Lima, Selasa (26/2/2019) sore.

Mahasiswa yang melakukan aborsi pada Minggu, (24/2/2019) tersebut diperiksa oleh penyidik Unit PPA Polsek Kelapa Lima.

Hal tersebut disampaikan oleh Kapolsek Kelapa Lima Polres Kupang Kota AKP Didik Kurnianto SH melalui Panit 1 Reskrim Polsek Kelapa Lima, Ipda Dominggus Duran, S.H ketika ditemui di Mapolsek Kelapa Lima.

Josef Nae Soi Imbau Wajib Pajak Lapor SPT Gunakan e-Filing

"Tersangka masih diamankan di Polsek dan sementara menjalani proses pemeriksaan," kata Dominggus.

Selain itu, kekasih korban, KMF (21) masih dirawat intensif di RSU Mamami Kota Kupang.

Diberitakan sebelumnya, seorang mahasiswa di salah satu universitas di Kota Kupang, HDD (20) diduga melakukan tindak pidana aborsi.

KPU Kota Kupang Terima 1.265.909 Lembar Surat Suara

Tindakan tersebut dilakukan bersama sang pacar, KMF (21) di Asrama Pemda Alor Jln Alfa Omega RT 13 RW 03 Kelurahan Lasiana Kecamatana Kelapa Lima, Kota Kupang pada Minggu, (24/2/2019).

Kapolsek Kelapa Lima Polres Kupang Kota, AKP Didik Kurnianto, SH pada Senin (25/2/2019) mengungkapkan kronologi kejadian tersebut.

Dijelaskannya, berdasarkan keterangan pelaku, KMF (21) kepada pihak kepolisian, sebelumnya pada Sabtu (23/2/2019) sekitar pukul 08.00 Wita sang kekasih, HDD (20) mendatanginya dan mengeluh sakit pada bagian perut.

Setelah itu, HDD (20) menginap di kamar sang pacar yang berada di Asrama Pemda Alor.

Lebih lanjut, pada Minggu (24/2/2019) sekira pukul 16.00 Wita HDD (20) mengatakan sudah tidak mampu menahan rasa sakit dan hendak melahirkan.

HDD (20) pun melahirkan bayi mungilnya dibantu oleh sang kekasih. Setelah melahirkan, sang pacar membungkus bayinya menggunakan kain sarung dan dimasukkan ke dalam dus lalu menyimpannya di dalam kamar sembari membersihkan kamar pasca persalinan.

Setelah membersihkan kamar, KMF tega mengubur bayi yang baru dilahirkan tersebut tepat di samping asrama Pemda Alor tanpa ada yang membantu sekira pukul 19.00 Wita.

Lebih lanjut, seusai mengubur sang bayi, KMF kembali ke dalam asrama dan mendapati sang kekasih, HDD mengeluh pusing.

Mengetahui keadaan HDD yang terus memburuk, rekan-rekannya yang berada di asrama tersebut melarikannya ke RS Mamami untuk mendapatkan tindakan medis.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved