293 Tenaga Honorer di Ende Ikut Ujian PPPK, Begini Penjelasan Sekda
293 orang tenaga honorer di Kabupaten Ende dipastikan akan mengikuti untuk dingakat menjadi Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang aka
Penulis: Romualdus Pius | Editor: Ferry Ndoen
Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Romualdus Pius
POS-KUPANG.COM,ENDE---293 orang tenaga honorer di Kabupaten Ende dipastikan akan mengikuti untuk dingakat menjadi Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang akan berlangsung di Aula SMKN 2 Ende, Sabtu (23/2/2019).
Sekda Kabupaten Ende, Dr dr Agustinus G Ngasu, M.Kes mengatakan hal itu kepada Pos Kupang.Com, Jumat (22/2/2019) di Ende ketika dikonfirmasi mengenai pelaksanaan ujian bagi tenaga honorer untuk menjadi PPPK.
Sekda Agustinus mengatakan bahwa 293 orang tenaga honorer adalah mereka yang dinyatakan lolos administrasi sehingga dengan demikian berhak untuk mengikuti ujian untuk diangkat menjadi PPPK.
• Laka Lantas di Borong, Pengendara Motor Terkapar di Jalan
• Kapolres Victor Sebut Pemilu 2019 di Sumba Timur Memiliki Kerawanan Cukup Tinggi
Sekda Agustinus mengatakan tenaga honerer sebelum mengikuti ujian mereka terlebih dahulu mengikuti proses verifikasi berkas lamaran PPPK baik secara fisik dan secara online dan dari hasil verifikasi tercatat ada 293 orang tenaga honorer yang dinyatakan memenuhi syarat untuk mengikuti ujian seleksi PPPK tahap 1 tahun 2019.
Dikatakan bahwa sebelum mengikuti seleksi PPPK Kabupaten Ende para peserta ujian telah terlebih dahulu mengikuti gladi bersih (uji coba) pada, Kamis ( 21/2/2019) di Aula SMKN 1 Ende, Jalan Anggrek Kota Ende.
Dijelaskan bahwa ujian seleksi PPPK Kabupaten Ende akan dilaksanakan di Aula SMKN 2 Ende Jalan Anggrek pada, Sabtu ( 23/2/2019) pukul 08.00 sampai selesai.
“Para peserta wajib datang 1 jam sebelum ujian dimulai,”kata Sekda Agustinus.
Sekda Agustinus menjelaskan pada saat mengikuti ujian peserta diwajib hadir dengan membawa serta kartu ujian dan pensil serta KTP asli dengan ketentuan pakain untuk pria kemeja putih polos dan celana hitam serta sepatu hitam serta wanita rok hitam dan sepatu hitam dan baju berwarna putih polos.
Sekda Agustinus meminta kepada agar tidak membawa barang selain KTP dan kartu ujian dan alat tulis karena panitia tidak menyiapkan penitipan barang dan tidak bertanggungjawab atas barang bawaan peserta ujian.
Menurut Sekda Agustinus mereka yang mengikuti ujian kali ini adalah tenaga honorer eks K 2 berasal dari tenaga guru dan kesehatan serta pertanian. (*
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/dr-dr-agustinus-g-ngasu.jpg)