Pemerintah Feasibility Studi Bendungan Wailikis di Kabupaten Belu, Ini Penjelasan Kepala BWS NT II

Pemerintah Pusat Cq Kementerian PUPR melalui Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II (BWS NT II) dalam tahun ini akan melaksanakan Feasibility Studi (FS

Penulis: Ferry Ndoen | Editor: Ferry Ndoen
ISTIMEWA
Kondisi Bendungan Raknamo saat ini. 

Laporan Wartawan Pos Kupang.com, Ferry Ndoen

POS KUPANG.COM, KUPANG- Pemerintah Pusat Cq Kementerian PUPR melalui Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II (BWS NT II) dalam tahun ini akan melaksanakan Feasibility Studi (FS) Bendungan Wailikis, di Desa Lookeu, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu.

Penegasan ini disampaikan Kepala BWS NT II, Ir. Agus Sosiawan, ME, saat diwawancarai Pos Kupang.com, di kantornya, Selasa (19/2/2019) pagi.

"Khusus rencana Bendungan Wailikis, pemerintah dalam tahun ini mulai melakukan FS melalui mitra rekanan. Feasibility Study Bendungan Wailikis, di Kabupaten Belu saat ini dalam pelelangan dan rencana setelah kontrak maka sekitar bulan April nanti mitra rekanan sudah bisa melaksanakan FS Bendungan Wailikis," tegas Agus.

Agus Sosiawan, pria murah senyum yang perjalanan kariernya lebih 25 tahun berkarya sebagai abdi negara di Kementerian PU di wilayah NTT menjelaskan, setelah FS maka sejumlah proses serta tahapan akan dilakukan hingga nantinya bisa dilaksanakan pembanguan fisik bendungan tersebut.

"Nanti air Bendungan Wailikis untuk memenuhi kebutuhan air baku penduduk di Kabupaten Belu yang daerahnya tersebut berkembang. Dan khusus di bagian wilayah bagian barat bendungan, bisa menggunakan sistem gravitasi untuk suplai kebutuhan air baku bagi masyarakat di sekitar wilayah itu," jelasnya.

Juga sebagia air Bendungan Wailikis anntinay bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan irigasi pertanian di wilayah sekitar.

Tentang progress pembangunan bendungan lainnya di wilayah NTT yang masuk dalam program strategis nasional pemerintahan Presiden Jokowi, Agus Sosiawan menjelaskan, untuk pembangunan bendungan Temef, di Kabupaten TTS saat ini progress fisik pelaksanaan pembangunan di lapangan sekitar 11,76 persen untuk pekerjaan satu dan paket dua progress di lapangan sekitar 22,11 persen.

" Progres ini menjadi satu kesatuan yang dikerjakan dua mitra rekanan di lapangan," jelasnya.

Bendungan Raknamo dan Rotiklot saat ini dalam tahapan pengisian bendungan. "Nanti setelah pengisian, kita akan koordinasi dengan Komisi Keamanan Bendungan dan Balai Bendungan untuk ijin operasi. Namun tentunya, semua harus melalui tahapan sesuai SOP hingga diterbitkannya ijin operasi.

Nanti setelah ada ijin operasi, pengelola bendungan di daerah bisa mengoperasikan sesuai dengan ketentuan yang ada. Saat ini dalam proses pengisian memanfaatkan sisa curah hujan yang masih ada. Hal ini  agar nantinya pemanfaatannya bisa optimal untuk kebutuhan masyarakat, baik untuk air baku dan irigasi" tambahnya

Sedangkan pekerjaan bendungan Manikin, di Kabupaten Kupang, pasca kontra 28 Desember 2018 lalu, saat ini terus berkoodinasi dengan Pemda Kabupaten Kupang untuk nantinya bisa dilakukan sosialisasi.

"Kita juga libatkan DP4D Kejaksaan Tinggi NTT yang ikut mengawal pelaksanaan pembangunan Bendungan Manikin," paparnya.

Sedangkan pembangunan Mbay, sudah di desain dan saat ini dalam proses ijin lingkungan dan tahapan selanjutanya adalah penetapan lokasi.

"Mudah-mudahan proses ini didorong oleh Pemkab Nagekeo dan Pemprov NTT, karena kewenangan penetapan lokasi itu kewenangan pak Gubernur. Sekarang Pemerintah Nagekeo sedang mengidentifikasi lahan-lahan yang terkena dampak jika terjadi pembangunan bendungan. Mudah-mudahan kalau itu sudah, bisa ditentukan penetapan lokasinya, karena ini penting," ujar Agus.

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved