Berita Ekonomi Bisnis
Sudah Isi SPT PPh Tahunan, WP Lebih Nyaman
Wajib pajak (WP)yang sudah mengisi SPt PPh Tahunan merasa lebih nyaman karena itu WP disarankan isi SPt lebih awal sebelum akhir batas waktu
Penulis: Yeni Rachmawati | Editor: Hermina Pello
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yeni Rachmawati
POS-KUPANG.COM | KUPANG -Wajib Pajak (WP) yang sudah mengisi Surat Pemberitahuan ( SPt) Pajak Penghasilan ( PPh) Tahunan akan merasa lebih nyaman karena itu disarankan untuk tidak menunggu sampai akhir batas waktu.
KPP Pratama Kupang, M Luqman Hakim ketika ditemui di ruang kerjanya, Selasa (19/2/2019) mengatakan, sejak Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Kupang melakukan jemput bola untuk pengisian Surat Pemberitahuan ( SPt) Pajak Penghasilan ( PPh) Tahunan bagi Wajib Pajak (WP) pribadi menggunakan e-filling maka WP semakin antusias isi SPt dengan e-filling.
"Semakin cepat isi SPt Tahunan maka WP akan merasa lebih nyaman," katanya.
Ia mengakui dengan adanya jemput bola yang dilakukan oleh KPP Pratama Kupang terjadi perubahan yang signifikan dalam hal pelaporan SPt Tahunan.
"Banyak instansi dan pegawai sangat antusias ketika petugas datang untuk melakukan pengisian SPt bersama secara elektronik. Akhirnya kita bisa melihat secara statistik tingkat partisipasi dari 26 Satker yang disasar karena sudah mulai banyak yang melakukan pelaporan," tuturnya.
• Ini Pendapat Ketua Kadin NTT Tentang Pembangunan Infrastruktur
• 70 Persen Anak Kelas Rendah di Sumba Tengah Tidak Bisa Membaca
Selain itu, lanjut Luqman, WP yang datang ke KPP Pratama Kupang untuk isi SPt manual pun sudah mulai berkurang.
Ia berharap agar WP bisa lebih cepat mengisi SPt Tahunan WP akan merasa nyaman bila sudah mengisi. Selain itu juga agar tidak terjadi penumpukan ketika mendekati batas akhir pelaporan SPt Tahunan.
Sasar 26 Satker
Luqman mengatakan untuk program jemput bola dalam rangka mengisi SPt Tahunan secara online, akan ada 26 Satker yang disasar oleh KPP Pratama Kupang.
"Saat ini memang belum semua Satker didatangi. Namun petugas tengah berupaya keras di lapangan untuk menyasar Satker-Satker tersebut," ujarnya.
Setelah Satker maka akan dilanjutkan dengan UMKM. "Kami akan bekerja sama dengan perbankan dan pihak asosiasi untuk mengisi SPt bersama. Untuk perbankan kami akan jemput bola bagi nasabah prioritas dan kredit. Mereka akan berikan bimbingan pengisian SPt seperti apa," tuturnya.
• Kepala Ombudsman RI Perwakilan NTT: Bidikmisi Diharapkan Tepat Sasaran Bagi Mahasiswa Tidak Mampu
• Ini Tanggapan Wapres Jusuf Kalla Soal Rencana Penutupan Pulau Komodo
Menurutnya, partisipasi WP untuk melakukan pengisian secara elektronik trennya semakin meningkat, sehingga WP tidak perlu lagi datang berdesak-desakan untuk melaporkak SPt di KPP Pratama Kupang.
Luqman didamping Operator Console, Krisno Widodo, menyampaikan ada 24.002 WP yang wajib SPt sasaran efiling, terdiri dari WP Badan 3.168, OP 1770, 3.150 dan OP 1770s, 17.684. Sedangkan realisasinya untuk badan 154, OP 1770, 259 dan OP 1770s, 4.964.
Ia menjelaskan ada WP dengan kriteria ss dan s. Bila WP ss maka penghasilannya di bawah Rp 60 juta sedangkan s, penghasilam WP di atas Rp 60 juta.