Berita Ekonomi Bisnis

Ini Pendapat Ketua Kadin NTT Tentang Pembangunan Infrastruktur

Ketua Kadin NTT, Ir Abraham Paul Liyanto mengatakan pembangunan infrastruktur di NTT harus sesuai potensi daerah

Ini Pendapat Ketua Kadin NTT Tentang Pembangunan Infrastruktur
POS KUPANG/HERMINA PELLO
Paul Liyanto

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Hermina Pello

POS-KUPANG.COM | KUPANG- Ketua  Kamar Dagang Industri (KADIN) Provinsi NTT, Ir. Abraham Paul Liyanto mengatakan, membangun infrastruktur di NTT sebaiknya dimulai dengan perencanaan tata ruang yang matang dan digali dari potensi daerah.

"Juga disesuaikan dengan skala prioritas kebutuhan yang bisa diangkat atau dijual dari daerah tersebut sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah," kata Paul Liyanto.

Menurutnya dengan memperhatikan potensi masing-masing daerah maka pembangunan infrastruktur tidak akan mubazir.

Petani Minta Pemerintah Perhatikan Harga Jual Jagung

Kepala Ombudsman RI Perwakilan NTT: Bidikmisi Diharapkan Tepat Sasaran Bagi Mahasiswa Tidak Mampu

Dia mencontohkan kalau daerah berpotensi kelautan dan perikanan maka infrastruktur yang dibutuhkan yakni dermaga, jety dan listrik untuk cool storage.

Kalau daerahnya berpotensi pertanian yang besar maka infrastruktur yang dibutuhkan selain jalan dan jembatan untuk membuka isolasi, diperlukan embung dan bendungan, irigasi dan gudang penampungan.

Ruas jalan rusak di utara Flores
Ruas jalan rusak di utara Flores (POS-KUPANG.COM/ROMUALDUS PIUS)

"Atau BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) di daerah tersebut yang harus menjadi skala prioritas untuk nantinya bisa memasarkan hasil pertanian," ujarnya

Demikian juga kalau daerah memiliki potensi pariwisata maka infrastruktur yang dibutuhkan selain jalan, listrik, air juga jaringan telekomunikasi, internet dan dan kemudahan untuk proses izin yang skala prioritas diberikan kemudahan dan insentif supaya menarik investor.

Anggota DPD RI asal NTT ini menegaskan, instrastruktur dasar yang harus dibangun merata di semua daerah di NTT, yaitu sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan yang berkualitas dan pelayanan kesehatan yang bagus.

"Tanpa SDM kesehatan yang berkualitas maka produktivitas tidak akan ada. Kita kaya SDA tapi miskin SDM dan infrastruktur," sebutnya.  (*)

Penulis: Hermina Pello
Editor: Hermina Pello
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved