Program BLOOM di Nagekeo,125 Remaja Diwisudakan
Mereka diwisudakan setelah kurang lebih satu tahun menimba ilmu dan keterampilan melalui program BLOOM
Penulis: Gordi Donofan | Editor: Rosalina Woso
Program BLOOM di Nagekeo, 125 Remaja Diwisudakan
POS-KUPANG.COM | MBAY -- Sebanyak 125 orang remaja yang berasal dari 7 desa di Kecamatan Boawae dan Aesesa di diwisudakan.
Mereka diwisudakan setelah kurang lebih satu tahun menimba ilmu dan keterampilan melalui program BLOOM (Better Life Options and Opportunity Model).
Wisuda ini diselenggarakan di Wisma Retreat Boanio Desa Olaia Kecamatan Aesesa Kabupaten Nagekeo, Minggu (17/2/2019).
Kegiatan ini juga merupakan bentuk apresiasi kepada peserta diskusi remaja yang telah mengikuti tahapan diskusi remaja secara reguler di tiap desa.
• Gara-Gara Chat WA, Pria Ini Pukul dan Tendang Perempuan di Konter Handphone, Ini Kisahnya
• Gaji Wasit-wasit di Italia, Rp 60 Juta Setiap Kali Tampil
• Jangan Mengukur Kehidupan Sorgawi dengan Cara Pandang Dunia! Mengapa?
Hadir sekaligus mendampingi proses wisuda antara lain dari pihak Bappelitbangda Nagekeo, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Camat dan Perwakilan Pemerintah Desa dari desa dampingan yaitu Desa Olaia, Tedamude, Lape, Ngegedhawe, Raja Timur, Wolowea Barat, Wolowea Timur, dan Kelurahan Rega.
Hadir pula para komite pendukung program, fasilitator desa dan perwakilan orang tua menyaksikan prosesi ini.
Decide Program Coordinator Yayasan Plan International Indonesia, Nicodemus Jefry, menjelaskan, Program Better Life Options and Opportunities Model (BLOOM) atau disebut program MAPAN (Memilih Masa Depan) merupakan program kerjasama Plan International Indonesia dan Perkumpulan Relawan CIS Timor, didesain untuk menyasar remaja usia 13-19 tahun, terutama adalah anak sponsor (SC), anak putus sekolah, anak marginal, anak disabilitas, termasuk anak sekolah, laki-laki dan perempuan ( lebih diutamakan anak perempuan ).
Nicodemus menjelaskan, Program ini dimaksudkan untuk memberikan akses informasi terkait kesehatan reproduksi dan seksual, perilaku berisiko serta keterampilan hidup.
Nicodemus mengharapkan program ini mampu berkontribusi dalam menurunkan angka perkawinan anak dengan memberikan pemahaman tentang kesehatan reproduksi, kehamilan yang tidak diinginkan, perilaku berisiko, termasuk pemahaman tentang migrasi yang aman.
• Innalillahi Wainna Illaihi Rojiun: M Zaki Pebalap Nasional Tewas Ditusuk Debt Collector
• Forum Anak Nagekeo Anjangsana ke Panti Asuhan Bakti Luhur Boanio
• BMKG: Prakiraan Cuaca 33 Kota, Senin 18 Februari 2019, Kupang Siang Hujan Lokal, Malam Berawan
“Dalam pelaksanaannya, program ini menawarkan serangkaian aktivitas yang pada akhirnya dapat membantu remaja mempu memilih dan memutuskan masa depan mereka yang lebih baik. Program ini berisi kegiatan-kegiatan yang melibatkan remaja di tingkat desa, antara lain diskusi remaja dan kelas bakat minat dengan didampingi oleh 2 orang fasilitator di tiap desa. diskusi remaja dilaksanakan secara reguler setiap minggunya, membahas 2 modul yakni ‘Pilih Masa Depanmu!’ dan ‘Siap Bekerja!’”, jelas Nicodemus.
Sementara Pendamping Lapangan Perkumpulan CIS Timor, Yes, menjelaskan, setelah melaksanakan serangkaian kegiatan reguler seperti diskusi remaja dan kelas bakat minat di tingkat desa, remaja mengikuti kegiatan graduation yang merupakan akhir dari program BLOOM di setiap tahapannya.
Yes mengatakan kegiatan ini mengumpulkan remaja yang telah mengikuti diskusi remaja di setiap desa untuk saling mengenal dan mengikuti rangkaian acara seni, serta mengikuti pelatihan singkat tentang pengenalan masuk ke dunia kerja (Membuat CV dan Lamaran Kerja).
Yes mengatakan sudah menjadi pemahaman umum, bahwa Indonesia memiliki jumlah populasi kaum muda terbesar keempat di dunia dengan lebih dari 65 juta orang muda antara usia 15 dan 29.
Ia menjelaskan sekalipun perkembangan di Indonesia selama 15 tahun terakhir terbilang cukup pesat namun masih banyak orang muda terbilang miskin dan rentan, dikarenakan kurangnya keterampilan hidup yang diperlukan dan kompetensi dasar untuk menjalani transisi untuk menjadi orang dewasa yang mandiri.