Gugatan Prapeadilan Tiga Tersangka Korupsi Kasus Embung Mnela Lete Ditolak

Ketua majelis hakim, Muslih Harsono, SH.,M. H menolak permohonan gugatan prapeadilan status tersangka dugaan korupsi pembangunan embung Mnela Lete ya

Gugatan Prapeadilan Tiga Tersangka Korupsi Kasus Embung Mnela Lete Ditolak
Pos Kupang.com/Dion Kota
‎Nampak suasana sidang putusan sidang prapeadilan status tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan embung Mnela Lete di ruang sidang utama kantor pengadilan negeri Soe kelas II. 

Laporan Reporter Pos-kupang.com, Dion Kota

POSKUPANG.COM, SOE – Ketua majelis hakim, Muslih Harsono, SH.,M. H menolak permohonan gugatan prapeadilan status tersangka dugaan korupsi pembangunan embung Mnela Lete yang diajukan pemohon Jemmy Un Banunaek, Jefry Un Banunaek dan Thimotius Tapatap.

Hal ini terungkap dalam sidang putusan sidang prapeadilan yang berlangsung, Jumat ( 15/2/2019) sore di ruang sidang utama kantor pengadilan negeri Soe kelas II.

Setelah mendengar jawaban dari kuasa hukum pemohon dan termohon, melihat bukti-bukti yang diajukan dalam persidangan, mendengarkan keterangan saksi ahli yang diajukan pihak pemohon dan termohon serta membaca simpulan dari pemohon dan termohon, Muslih memutuskan untuk menolak permohonan prapeadilan status tersangka para pemohon.

Fakta Terbaru Prostitusi Online di Kupang NTT, Tawarkan Gadis Lulusan SMA Hingga Aksi Saling Lapor

Muslih tidak sependapat dengan saksi ahli yang diajukan pihak pemohon, Dr. Aksi Sinurat, SH. M. HUM terkait dua bukti permulaan dan audit kerugian negara.
Muslih menilai, pihak termohon telah mengantongi dua alat bukti permulaan yang cukup untuk menetapkan tersangka dalam kasus tersebut.

Selain itu, Muslih juga tidak sependapat dengan saksi ahli pemohon terkait kewenangan perhitungan kerugian negara. Muslih sependapat dengan keputusan majelis hakim MK jika perhitungan kerugian negara bisa juga dilakukan oleh BPKP, ahli dan lembag negara lain dan membuktikan sendiri.

Oleh sebab itu, penetapan status tersangka pada pemohon sudah sesuai aturan undangan -undang berlaku.

Kapidsus Kejari TTS, Khusnul Fuad, SH menyambut baik putusan majelis hakim. Menurutnya, putusan majelis telah menujukan jika penetapan tersangka dalam kasus tersebut dengan memenuhi dua alat bukti yang cukup.

Ketika disinggung terkait kelanjutan kasus tersebut, Khusnul enggan menjawabnya. Dirinya mengaku saat ini fokus dengan sidang prapeadilan.

" Usai sidang putusan ini, saya akan melaporkan hasilnya kepada kepala Kejari TTS untuk mendapatkan arahan selanjutnya. Kalau soal kelanjutan kasus korupsi pembangunan embung Mnela Lete nanti belum bisa saya jawab, harus menunggu arahan atas,"

Diberitakan pos kupang sebelumnya,Kepala Kejaksaan Negeri TTS,Facrhizal dalam jumpa pers yang digelar, Jumat ( 7/12/2018) malam di ruang kerjanya mengatakan, Kejari TTS sudah menetapkan lima tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembangunan embung Mnela Lete tahun anggaran 2015.

Menariknya, dari daftar lima tersangka yang dirilis Kejaksaan Negeri TTS, terdapat nama Kepala Dinas PU Kabupaten TTS, Samuel Ngebu dan anggota DPRD NTT, Jefry Un Banunaek.

Sedangkan tiga tersangka lainnya yaitu, Yohanes Fanggidae selaku direktur CV Belindo Karya yang mengerjakan proyek embung yang Mnela Lete, Jemmi Binyamin Un Banunaek dan Thimotius Tapatap selaku konsultan pengawasan. (*)

Penulis: Dion Kota
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved