Kamis, 14 Mei 2026

Rumah Abu Siang Lay, Warisan Leluhur Tionghoa di Kupang yang Terus Dirawat

Rumah Abu Siang Lay, Warisan Leluhur Tionghoa di Kupang yang Terus Dirawat

Tayang:
Penulis: Lamawuran | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Ambuga Lamawuran
Robi Layantara, penjaga rumah abu Siang Lay. Gambar diambil pada Jumat (1/2/2019). 

Tahun 1976 bangunan ini kembali dipugar. Kali ini, pada bagian depan kelenteng ditambah teras.

Renovasi kembali terjadi pada tahun 2007, dan ada keunikan yang ditemukan pada renovasi kali ini.

Ferry bercerita, sewaktu dilakukan renovasi oleh para tukang, ditemukan bahwa bangunan besar ini rupanya dibuat tanpa ada konstruksi baja.

"Jadi pakai beton saja. Kayunya pun tidak pernah dimakan rayap," kata Ferry.

Tentang dinding bangunan, ia menjelaskan ada batu laut yang dipotong menyerupai batu bata. Batu itu lalu disusun. Ketebalan dinding dari batu laut itu sekitar 30 sentimeter.

"Itulah kehebatan para leluhur dulu. Mereka telah menciptakan sesuatu yang sangat berharga dan kuat," katanya.

Jika Anda berkesempatan menyinggahi bangunan tua itu, dan berkeliling melihat isi bangunan, Anda bisa temukan di tempat paling depan terpampang sebuah tulisan dalam bahasa Tionghoa.

Tulisan itu adalah nama-nama leluhur keluarga Lay yang telah meninggal, ditempatkan tepat di belakang sebuah meja besar yang dibubuhi dua buah lilin besar.

"Kami selalu mendoakan arwah mereka. Jadi bangunan ini adalah tempat di mana kami mendoakan arwah leluhur kami yang telah meninggal," kata Ferry. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ambuga Lamawuran)

Sumber: Pos Kupang
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved