Berita Kabupaten Ngada Terkini

Polres Ngada Gelar Rekonstruksi Penembakan di Mauponggo Nagekeo, Ini Jumlah Adegannya!

Polres Ngada menggelar rekonstruksi kasus penembakan seorang warga di oleh dua anggota polisi di Mauponggo Kabupaten Nagekeo.

Polres Ngada Gelar Rekonstruksi Penembakan di Mauponggo Nagekeo, Ini Jumlah Adegannya!
Polres Ngada untuk Pos Kupang.Com
Suasana rekonstruksi kasus penembakan warga Mauponggo oleh dua anggota Polisi di Halaman Mapolres Ngada, Kamis (31/1/2019). 

Kemudian saksi Elvis berjalan menuju ke arah jendela rumah korban dan saat itu berbicara dengan istri korban Flontina Liu yang juga hadir sebagai saksi pada rekonstruksi tersebut dan meminta ijin untuk masuk kedalam rumah dengan maksud untuk menyampaikan tujuan kedatangannya.

Setelah saksi Elvis yang diperankan oleh anggota Polres Ngada Rizar Erasmus Atonis berjalan menuju ke pintu belakang dan bertemu dengan saudara korban yakni Ferdinandus Jago alias Fendi selaku saksi 2 kemudian saksi Elvis dan saksi Fendi melakukan pembicaraan.

Selanjutnya saksi Elvis pergi kedepan rumah bergabung dengan Assan dan Rivo juga Fendi kemudian saksi Fendi bersama dengan tersangka Assan berjalan sejarak 3 meter yang diikuti Rivo dan saksi Elvis.

Selanjutnya terjadi pembicaraan antara Assan dan saksi Fendi, yang mana saat itu Assan menyampaikan maksud dan tujuan datang kerumah tersebut dan pada saat terjadi percakapan antara tersangka Asan, Rivo, dengan saksi Fendi, saat itu saksi Elvis berjalan menuju korban dan memeluk korban.

Selang beberapa saat saksi Maxi yang adalah Anggota Polsek Mauponggo datang dengan menggunakan sepeda motor dan berhenti didekat mobil patroli yang selanjutnya saksi Maxi menuju rumah korban dikarenakan saksi melihat mobil patroli terparkir ditempat tersebut.

Sesampainya didepan rumah dan saat itu saksi Maxi berdiri sejarak 2 meter dari korban saat itu saksi Maxi melihat korban bersama dengan saksi Elvis dalam keadaan duduk sedang berbicara menggunakan bahasa Mauponggo.

Lalu korban bertanya kepada saksi Maxi dengan kata-kata “ kau tim sukses dari mana, kau saksi dari paket apa “ akan tetapi di jawab oleh tersangka Assan dengan mengatakan “tidak, ini pak Polisi juga “.

Korban bangun dan mengambil batu dengan cara menundukan badannya dengan batu tersebut berada didepannya berjarak sekitar setengah meter menggunakan kedua tangannya.

Korban memegang batu tersebut dan kemudian korban melangkah kearah saksi Maxi, saat itu tersangka Assan berteriak dengan mengucapkan kata-kata “jangan, jangan itu Polisi “.

Dari rekonstruksi tersebut Korban mengejar saksi Maxi sejauh beberapa meter dan melempar saksi dengan menggunakan batu yang dipegang oleh kedua tangan korban dan melihat hal tersebut saksi Fendi, saksi Elvis, tersangka Assan dan Rivo mencoba melarang korban akan tetapi korban tetap melemparkan batu tersebut ke arah muka saksi.

Halaman
1234
Penulis: Gordi Donofan
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved