Berita Kabupaten Sumba Timur

Masyarakat Sebut Dinkes Sumba Timur Lambat Menangani Kasus DBD

Lambat tindakan yang diambil Dinkes Sumba Timur, sejauh yang saya ikuti agak lambat penanganan nya dari Dinkes, seharusnya mereka sudah antisipasi

Masyarakat Sebut Dinkes Sumba Timur Lambat Menangani Kasus DBD
POS-KUPANG. COM/ROBERT ROPO
PASIEN---Pasien DBD yang dirawat di RSU Imanuel. 

Laporan Reporter POS-KUPANG. COM, Robert Ropo

POS-KUPANG. COM | WAINGAPU--Warga masyarakat di Kabupaten Sumba Timur mendesak Pemerintah Daerah (Pemda) setempat melalui Dinas Kesehatan Sumba Timur agar segera mengambil tindakan tegas terkait kasus demam berdarah (DBD) di Kabupaten Sumba Timur yang kini terus meningkat tajam.

Pasalnya tindakan yang diambil oleh Dinas Kesehatan Sumba Timur lambat.

Warga setempat yang juga sebagai staf di Lembags CD bethesda Sumba Timur Alfons Ratukani kepada POS-KUPANG. COM, Kamis (31/1/2019) mengatakan sebagai warga masyarakat dan yang bekerja sebagai Staf di Lembaga CD Bethesda dengan melihat begitu meningkatnya kasus DBD yang ada di Sumba Timur akhir-akhir ini

dan banyak korban jiwa yang tidak bisa tertolong tentunya ada kukuatiran akan banyak lagi korban jiwa kalau tidak segera pemerintah dan Dinas Kesehatan tidak cepat menangani kasus ini.

BREAKING NEWS :Dilaporkan Hilang,Siswa SD di Kupang Ternyata Dilarikan Sopir Bemo

Melahirkan ke Puskesmas, Ibu Hamil di Mabar Jalan Kaki 1 Jam Menempuh 5 Km

"Lambat tindakan yang diambil Dinkes Sumba Timur, sejauh yang saya ikuti agak lambat penanganan nya dari Dinkes, seharusnya mereka sudah antisipasi memang bahwa masuk musim hujan itu saatnya nyamuk berkembang tapi mereka lambat,"ungkap Alfons.

Alfons juga mengatakan, harapan mereka sebagai masyarakat untuk pemerintah dan Dinas terkait dengan ditetapkan DBD sebagai kejadian luar biasa (KLB), maka dinas terkait atau Pemkab Sumba Timur harus melakukan langkah-langkah progresif untuk mmberantas jintik-intik nyamuk yang bersarang di lingkunagn tempat tinggal warga.

"kalau saya melihat selama ini foging belum semua merata dan pembagian abate/larvasida dan kelambu belum masyarakat dapatkan juga,"ungkap Alfons.

Menurut Alfons sehingga sebagai masyarakat memohon kepada pemerintah untuk sesegera mungkin menginstruksikan kepada seluruh jajarannya untuk bergerak cepat dan juga menginstruksikan kepada camat, kelurahan, desa dan Puskesmas serta seluruh masyarakat untuk melakukan pembersihan secara menyeluruh untuk membasmi jentik-jentik nyamuk di sekitar lingkungan tempat tinggal, serta sosialisasi lewat Puskesmas juga harus cepat dilakukan apalagi sekarang usim hujan saatnya nyamuk makin berkembang.

"Dan kepada masyarakat mari kita jangan juga menunggu pemerintah yang datang membersihkan lokasi rumah dan lingkungan kita harus dari kita sendiri untuk menjaga kluarga kita tidak terkena DBD,"pinta Alfons.

Alfons juga mengatakan di Lembaga CD Bethesda Area Sumba Timur juga terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat desa dampingan mereka serta pembagian liflet, baliho DBD dan pembersihan lingkungan sekitar rumah warga. Saatnya kita kolaborasi untuk mengatasi DBD.

Warga setempat lainya, Oktavianus Datu Biru yang juga menjabat sebagai Sekretaris Cabang GMKI Waingapu mengatakan masyarakat sangat berharap Dinas Kesehatan untuk lebih optimal lagi melaksanakan upaya-upaya pencegahan baik melalui sosialisai yang sejauh ini dilakukan melalui Gerakan 3 M Plus.

"kalau bisa jangan hanya berupa poster atau stiker saja lakukan aksi nyata begitu pula dengan tindakan-tindakan lain yg bersifat mencegah yang akhir ini sudah ada tapi kalo bisa lebih efektif lagi. Karena klo kita liat khususnya di Kabupaten Sumba Timur DBD ini harusnya sudah menjadi Kejadian Luar Biasa dan Pihak Pemerintah harus memperhatikan itu secara serius,"kata Oktavianus.

Oktavianus juga berharap gerakan-gerakan Pencegahan di upayakan dilakukan secara Partisipatif dengan melibatkan semua unsur baik itu masyarakat, Perguruan Tinggi dan pihak-pihak lain. Selain itu, gerakan-gerakan ini tidak saja berfokus di Kota tapi juga harus gerakan Tim-Tim Kesehatan yang ada di desa untuk bergerak melakukan pencegahan di pedesaan karena banyak masyarakat juga yang berasal dari desa yang menjadi Korban DBD.(*)

Penulis: Robert Ropo
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved