Guru Ngaji Ditangkap Polisi karena Cabuli 5 Anak, Begini Modus untuk Memuluskan Aksinya

Guru Ngaji Ditangkap Polisi karena Cabuli 5 Anak, Begini Modus untuk Memuluskan Aksinya

Guru Ngaji Ditangkap Polisi karena Cabuli 5 Anak, Begini Modus untuk Memuluskan Aksinya
KOMPAS.com/MASRIADI
Polisi memperlihatkan tersangka seorang guru ngaji, dalam kasus pencabulan di Mapolres Aceh Utara, Senin (29/1/2019). 

Guru Ngaji Ditangkap Polisi karena Cabuli 5 Anak, Begini Modus untuk Memuluskan Aksinya

POS-KUPANG.COM | ACEH UTARA - Polres Aceh Utara menangkap seorang wanita oknum guru mengaji berinisial N (31) di rumahnya Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Senin (29/1/2019). Pasalnya, pelaku diduga mencabuli lima anak di bawah umur sepanjang 2018.

Kasat Reskrim Polres Aceh Utara Iptu Rezki Kholiddiansyah, dalam konferensi pers di Mapolres Aceh Utara menyebutkan, kasus itu dilaporkan salah satu ibu korban pada 11 Desember 2018.

"Penyidik mendalami keterangan lima korban. Lima anak ini ada laki-laki dan perempuan. Semuanya rata-rata berusia delapan sampai 11 tahun," sebutnya.

James Riady Absen dalam Sidang Suap Perizinan Meikarta, KPK Mengaku Belum Dapat Konfirmasi

Disebutkan, menurut keterangan korban, modusnya yaitu mengajak anak-anak ini menonton video yang disimpan dalam handphone korban.

Video itu berisi komedi dan berbagai film lainnya. Seluruh kejadian dilakukan di kamar rumah milik korban. Setelah itu, korban mencabuli anak tersebut.

Gara-gara Senggolan saat Joget, Pesta Pernikahan Ricuh, Lima Pria Terluka

"Bahkan, korban menyatakan perbuatannya itu tidak berdosa sehingga anak-anak itu tak perlu takut," katanya.

Lima anak itu berinisial M (8), MK (8), SS (11), ketiganya laki-laki. Dua lainnya perempuan, yaitu NK (8) dan AL (9).

"Kita sudah lakukan pemeriksaan medis atas perbuatan cabul pelaku. Barang bukti lain kita sita yaitu pakaian korban dan pelaku saat terjadi pencabulan itu," sebutnya.

"Pelaku kami tahan dengan dijerat Pasal 81 Ayat (2) jo Pasal 82 Ayat (1) dari UU RI No 35 Tahun 2014 atas perubahan dari UU No 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. Kami terus dalami kasus ini sedetail-detailnya jika ada korban lainnya silakan melapor ke polisi," sebutnya. (Kompas.com)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved