Aktivis PMKRI Maumere Jangan Hanya Demo
maka keberadaannya tidak hanya untuk demo tetapi harus memberikan nilai positif dan warna bagi pemerintah daerah.
Penulis: Eugenius Moa | Editor: Rosalina Woso
Aktivis PMKRI Maumere Jangan Hanya Demo
POS-KUPANG.COM|MAUMERE---Mantan Ketua Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Santo Thomas Morus, Cabang Maumere, Andre Parera, menegaskan PMKRI sebagai wadah pembinaan dan perjuangan.
Sebagai wadah pembinaan dan perjuangan, maka keberadaannya tidak hanya untuk demo tetapi harus memberikan nilai positif dan warna bagi pemerintah daerah.
Ia menegaskan, aktivis akan jadi matang kalau ditangkap polisi.
"Saya pernah demo Pak Alex Idong (mantan Bupati Sikka) memrotes kebijakan pemerintah waktu itu mau membangun salah satu rumah ibadah," kisah Andre dalam dialog di seminar pesta perak (25 tahun), PMKRI, Selasa (29/1/2019) di Aula Nawa Cita, Universitas Nusa Nipa (Unipa) Maumere.
• Jefri Riwu Kore : RT/RW yang Tidak Mau Kerja Akan Dicabut Biaya Operasionalnya
• Di Kabupaten TTS Dari 266 Desa, Baru 95 Yang Miliki Badan Usaha Milik Desa
• Mahasiswa Politeknik Tidak Pernah Praktek Pengoperasian Alat Berat, Pudir II: Itu Bukan Level Mereka
Andre melukiskan kembali cikal bakal lahirnya PMKRI Maumere. Di basis teologi ini PMKRI perlu memberikan peran dalam kehidupan menggereja.
Seminar ini juga menghadirkan Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, dan mantan perintis PMKRI Cabang Maumere, Valens Daki So’o. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eginius Mo'a)