Bupati Kamelus Mengaku Sedih Lihat Petani Kerja Pakai Pacul

Bupati Manggarai, Deno Kamelus mengaku sedih melihat petani di Cancar, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai membersihkan kebun memakai pacul

Bupati Kamelus Mengaku Sedih Lihat Petani Kerja Pakai Pacul
POS-KUPANG.COM/FOTO DOK AJUDAN BUPATI MANGGARAI
Bupati Manggarai, Dr. Deno Kamelus, S.H, M.H sedang menyetir traktor saat menyambangi petani di Cancar, Kecamatan Ruteng, Selasa (22/1/2019) sore. 

POS-KUPANG.COM | RUTENG - Bupati Manggarai, Dr. Deno Kamelus, S.H, M.H yang lahir dari anak seorang petani mengaku sedih ketika melihat petani di Cancar, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai membersihkan kebun memakai pacul.

Karena kesedihan itu, ia telah mengeluarkan instruksi kepada Dinas Pertanian Manggarai agar menurunkan traktor bajak bagi petani yang mau menggarap kebun.

Bupati Kamelus meminta petani di Manggarai yang mau membersihkan lahannya agar menghubungi dinas teknis agar membersihkan kebun memakai traktor bajak milik pemerintah.

Ini Kendala Kejari TTU Saat Lidik Kasus Dugaan Korupsi Dana Desa Letmafo Timur

"Saya sedih ketika dalam perjalanan ke Labuan Bajo melihat ada petani yang membersihkan kebun pakai pacul. Saya lalu ingat waktu kecil bapak saya memakai pacul membersihkan. Kalau pakai pacul kapan selesainya. Maka itu ketika selesai tugas di Labuan Bajo saya lalu menghubungi Dinas Pertanian Manggarai. Saya tanya kadisnya traktor milik pemerintah agar dibawa ke Cancar. Saya lalu membajak lahan yang mau ditanam jagung ketika pulang kantor. Sekarang ini saya minta kepada dinas teknis kalau ada warga dan petani mau pakai traktor silahkan hubungi dinas. Traktor bajak tersebut dikasih kepada masyarakat yang mau bersihkan kebun," kata Bupati Kamelus ketika ditemui POS-KUPANG.COM di Ruteng, Senin (28/1/2019) siang.

PT Taspen Proteksi JKK dan JkM Kepada PPPK dan Honorer

Bupati Kamelus mengungkapkan, apa yang ia rasakan membuat turun langsung ke persawahan Cancar dan membajak lahan petani menggunakan traktor.

"Mungkin karena saya merasa sebagai anak petani sehingga saya tidak mau petani di Manggarai kalau kerja kebun pakai pacul. Saya berpikir kalau pakai pacul kapan selesainya. Maka itu saya terinspirasi dan meminta traktor milik pemerintah dikerahkan kalau ada petani yang mau kerja kebun biar digarap pakai traktor," ujar Bupati Kamelus.

Mantan Dosen Fakultas Hukum Undana ini mengisahkan, apa yang ia lihat membuat setelah pulang kantor langsung menyambangi warganya di Cancar, Kecamatan Ruteng, Selasa (22/1/2019) sore.

Ketika di Cancar mantan Wabup Manggarai ini angsung menemui warga yang sedang memajak sawah di Persawahan Cancar.

Bupati Kamelus pun langsung berdiskusi dan berdialog warga guna memberikan motivasi kepada warga agar masuk ke kebun dan terus menanam padi dan jagung serta tanaman hortikultura.

Usai berdialog dengan warga, Bupati Kamelus yang masih mengenakan pakaian dinas serta mengenakan jaket biru dan topi kaboi langsung naik traktor lalu membajak lahan pertanian milik petani di Cancar.

Bupati Kamelus menyetir traktor milik warga didampingi petani. Kehadiran Bupati Kamelus di Cancar disambut warga yang langsung menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bupati Kamelus.

Kepada POS-KUPAN G.COM di Ruteng, Selasa (22/1/2019) sore, Kabag Humas Manggarai, Ardianus Kenjuru mengaku, kehadiran Bupati Kamelus hanya ingin memastikan warga benar-benar siap menyongsong musim tanam.

Apalagi sudah hujan dan Bupati Kamelus ingin masyarakat harus mulai masuk ke sawah dan kebun.

Bupati Kamelus, papar Ardianus, juga melihat langsung stok pangan warga yang disimpan warga di dalam rumah. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu)

Penulis: Aris Ninu
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved