Kehadiran Menteri Keuangan di Maumere Bisa Berdampak Pembangunan Jalan Trans Utara Flores

Kehadiran Menteri Keuangan di Maumere Bisa Berdampak Pembangunan Jalan Trans Utara Flores

Kehadiran Menteri Keuangan di Maumere Bisa Berdampak Pembangunan Jalan Trans Utara Flores
POS-KUPANG.COM/Eginius Mo'a
Ketua KSP Kopdit Pintu Air, Yakobus Jano menyampaikan pertanyaan dalam kuliah umum Ekonomi Kerakyatan dan Kewirausahaan di Aula Seminari STFK Ledolero, sebelah barat Kota Maumere, Sabtu (26/1/2019). 

POS-KUPANG.COM | MAUMERE - Kehadiran Menteri Keuangan di Maumere Bisa Berdampak Pembangunan Jalan Trans Utara Flores.

Selama empat tahun yang lalu ruas jalan trans utara Pulau Flores di Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak mendapat alokasi anggaran pembangunan dari pemerintah pusat. Saat itu anggaran dikonsentrasi pada ruas jalan perbatasan dengan negara tetangga Malaysia dan Timor Leste.

"Masalah kita di perbatasan, sehingga pembangunan jalan dalam pulau dibatasi," kata anggota Komisi XI DPR RI, Johnny G Plate, S.E, dalam kuliah umum Ekonomi Kerakyatan dan Kewirausahaan di STFK Ledalero, 8 Km arah barat Kota Maumere, Sabtu (26/1/2019).

Ini Nama 45 Orang Korban Longsor Gowa yang Ditemukan, Ada yang Anda Kenal?

Johnny berharap kedatangan Menteri Keuangan (Menkeu) Dr. Sri Mulayani Indarwaty dan Ketua Komisi XI DPR RI,Melchias Markus Mekeng, Kamis (25/1/2019) ke Maumere berdampak bagi pembangunan lanjutan dan perbaikan segmen rusak.

"Rapat dengan Menkeu, kami sudah bicarakan supaya ruas trans utara ini diselesaikan. Saya harapkan periode berikut Presiden Joko Widodo sudah bisa diselesaikan," ujar Johnny.

Cinta Segitiga Berujung Maut, Istri Jadi Dalang Pembunuhan, Berikut Fakta-faktanya

Johnny mengakui ruas trans utara penting bagi Pulau Flores. Karena itu, ketika ruas ini sudah dikerjakan, harus diikuti peningkatan ekonomi masyarakat dan munculnya daerah pertumbuhan baru. Dia menyarankan rakyat mendekati sentra-sentra ekonomi meningkatkan perbaikan hidupnya.

"Jangan ketika jalanya sudah bagus yang nikmati hanya yang punya kendaraan. Begitu juga pelabuhan dan bandara, jangan hanya masyarakat yang punya uang," tegas Johnny.

Kuliah umum diikuti mahasiswa, dosen STFK, pimpinan Konvik, tokoh masyarakat, tokoh agama dan alumni berlangsung selama dua jam.

Ia menegaskan, kuliah umum dilakukan dalam masa reses anggota DPR RI dari daerah pemilihan NTT satu, bukan kampanye legislatif dan Pilpres (pos-kupang.com/eginius mo'a)

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved