Berita Regional Terkini

Serangan Anjing Liar di Dompu Bertambah, Jumlah Korban Menjadi 275 Orang

Serangan Anjing Liar di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB) Bertambah, Jumlah Korban Menjadi 275 Orang

Serangan Anjing Liar di Dompu Bertambah, Jumlah Korban Menjadi 275 Orang
KOMPAS.com/SYARIFUDIN
Kepala Bagian Humas Pemda Dompu, M Iksan Kepala Bagian Humas Pemda Dompu, M Iksan 

POS-KUPANG.COM | DOMPU - Jumlah korban gigitan Anjing Liar di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB) terus bertambah.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu Iris Juita mengatakan, sejak September 2018 hingga Jumat (24/1/2019), jumlah gigitan anjing yang dilaporkan di daerah itu mencapai 275 kasus.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan mencatat hanya 192 kasus. Dari jumlah korban serangan anjing itu, terdapat 145 korban gigitan di Kecamatan Kempo dan 60 kasus diantaranya terjadi di Kecamatan Soriutu.

Ligwina Hananto Sebut Karyawan Bergaji UMR Bisa Punya Rumah, Bagaimana Caranya?

Kata dia, semua korban serangan anjing gila yang diduga mengidap rabies telah mendapatkan penanganan medis dengan pemberian vaksinasi.

Umumnya, korban serangan anjing yang menyebar virus mematikan itu dengan kategori usia 15 tahun hingga dewasa.

Presiden Jokowi Bagikan 3 Kunci Sukses Jalankan Usaha kepada Ibu-ibu di Kota Bekasi, Apa Saja?

"Untuk para korban kami berikan vaksin untuk mencegah tertularnya virus rabies. Data sampai dengan saat ini, jumlah total gigitan anjing di dua puskesmas mencapai 275 kasus.

Sementara korban meninggal masih tetap dua orang. Dari 275 orang itu belum bisa dipastikan semuanya terjangkit virus rabies, karena kita belum menerima hasil ujib Laboratorium," kata Iris, Jumat (25/1/2019).

Dalam beberapa tahun sebelumnya, Kabupaten Dompu dianyatakan bebas rabies. Namun di bulan September 2018, serangan anjing gila mulai tak terkendali.

Berdasarkan catatan pemerintah setempat, wilayah yang menjadi sasaran serangan gigitan anjing gila terparah terjadi di dua wilayah yakni Kecamatan Kempo dan Soriutu.

Keberadaan anjing-anjing di dua kawasan itu tidak hanya menyerang warga pemukiman, bahkan serangan binatang liar tersebut juga mengancam jiwa pengendara.

Halaman
12
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved