Berita Properti Terkini

Ligwina Hananto Sebut Karyawan Bergaji UMR Bisa Punya Rumah, Bagaimana Caranya?

Financial Trainer QM Financial Ligwina Hananto Sebut Karyawan Bergaji UMR Bisa Punya Rumah, Bagaimana Caranya?

Ligwina Hananto Sebut Karyawan Bergaji UMR Bisa Punya Rumah, Bagaimana Caranya?
KOMPAS.com/Kementerian PUPR
Ilustrasi rumah 

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Financial Trainer QM Financial, Ligwina Hananto sebut Karyawan Bergaji UMR bisa Punya Rumah, bagaimana caranya?

Harga rumah naik setiap tahun. Seringkali angka kenaikannya tidak berbanding lurus dengan jumlah penghasilan seseorang.

Terlebih bagi karyawan yang memiliki gaji pas-pasan, termasuk mereka dengan penghasilan di kisaran upah minimum regional (UMR). Tentu saja, peningkatan harga ini makin memberatkan keinginan untuk membeli rumah sesuai pendapatannya.

Presiden Jokowi Bagikan 3 Kunci Sukses Jalankan Usaha kepada Ibu-ibu di Kota Bekasi, Apa Saja?

Namun, sebenarnya untuk Anda yang mempunyai penghasilan pas-pasan atau setara UMR masih bisa mewujudkan cita-cita mempunyai rumah idaman asalkan mengetahui caranya.

Menurut Financial Trainer QM Financial Ligwina Hananto, orang yang bergaji UMR bisa menyisihkan sebesar 20 hingga 30 persen dari gaji bulanannya agar bisa digunakan untuk membayar down payment (DP) atau uang muka pembelian rumah.

KPK Tahan Bupati Mesuji dan Empat Tersangka Lainnya, Siapa Saja Mereka?

Selain itu, jika ada bonus dan tunjangan hari raya (THR) yang diberikan dari perusahaan dalam waktu tertentu, sebaiknya disisihkan sebagian sebagai tambahan tabungan.

"Sisihkan 20 sampai 30 persen per bulan, plus kalau ada tambahan dari bonus dan THR," ucap Ligwina kepada Kompas.com, Jumat (25/1/2018).

Sebagai ilustrasi, dia mencontohkan, karyawan dengan gaji Rp 3 juta per bulan. Bila harus menyisihkan minimal 20 persen dari gajinya, maka setiap bulan ada tabungan Rp 600.000.
Kemudian, dikalikan 12 bulan atau selama setahun, hasilnya adalah Rp 7.200.000. Jika ada bonus sebesar 50 persen dari gaji, maka ada tambahan Rp 1.500.000.

Ditambah lagi pemberian THR yang juga sebesar 50 persen dari gaji, ada tambahan lagi Rp 1.500.000. Jadi total dana tambahannya sebanyak Rp 3 juta.

Lalu, tabungan Rp 7.200.000 ditambah Rp 3 juta tadi menghasilkan dana Rp 10.200.000. Selanjutnya, bila dikalikan tiga tahun berturut-turut, karyawan tersebut akan memiliki tabungan dengan jumlah total Rp 30.600.000.

Halaman
12
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved