Berita Kabupaten TTS Terkini

Gizi Buruk, Bayi Simon Kafolata dan Palus Tmeuban Meninggal Dunia di RSUD SoE

Menderita gizi buruk, dua bayi Simon Kafolata dan Palus Tmeuban meninggal dunia di RSUD SoE.

Gizi Buruk, Bayi Simon Kafolata dan Palus Tmeuban Meninggal Dunia di RSUD SoE
POS-KUPANG.COM/Dion Kota
Ardy liubana (1,5), pasien penderita gizi buruk sedang digendong sang ibu, Nurmi Liubana saat dirawat di RSUD SoE. 

POS-KUPANG.COM | SOE - Dua bayi pengidap gizi buruk di Kabupaten TTS atas nama Simon Kafolata (1) dan Palus Tmeuban (1) meninggal dunia di RSUD SoE, Selasa dan Rabu ( 23/1/2019).

Korban Simon diketahui berasal dari Desa Neometo, dan korban Paulus berasal dari Desa Fatumnutu. Jenazah kedua korban telah dibawa keluarga masing-masing untuk semayamkan.

Direktur RSUD Soe, dr. Ria Tahun yang ditemui pos kupang, Kamis ( 24/1/2019) mengatakan, saat dibawah ke RSUD Soe, selain mengalami gizi buruk, kedua korban juga menderita komplikasi penyakit lainya.

Ari Wijana Sebut Posko DBD untuk Menangkap Tersangka

Korban Paulus diketahui mengidap gizi buruk marasmus, GEA dan Dehidrasi berat. Hal ini menyebabkan korban kurangan berat badan dan cairan.

Sedangkan korban Simon diketahui mengidap penyakit gizi buruk dan diare. "Kedua korban ini sudah berusia setahun lebih tetapi beratnya hanya 5 kilo lebih akibat mengalami gizi buruk dan komplikasi. Kita sudah berusaha memberikan pertolongan medis, tetapi nyawa keduanya tidak terselamatkan," ungkap Ria.

Semua Rumah Tangga di Dobo Nuapuu Punya Jamban

Selama bulan Januari sendiri lanjut Ria, ada 9 pasien Gizi buruk yang dirawat di RSUD Soe. Dua pasien sudah dipindahkan ke rumah sakit ibu dan anak umemanekan karena kondisinya sudah stabil, satu pasien sudah dibawah pulang oleh orang tuanya, 4 pasien masih dirawat dan 2 pasien meninggal dunia.

Untuk bayi gizi buruk, penanganan dilakukan dengan cara memberikan infus dan asupan gizi . Jika kondisinya sudah mulai stabil, dalam artian tidak mengalami komplikasi, selanjutnya pasien dipindahkan ke Rumah Sakit Ibu dan Anak Umemanekan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

"Kita tangani sampai kondisi pasien sudah stabil atau tidak mengalami komplikasi lagi. Selanjutnya, untuk perbaikan gizi pasien akan dilakukan di RS Ibu dan Anak umemanekan," jelasnya.

Terpisah, Noni Manao, perawat khusus penanganan gizi buruk di RS Ibu dan Anak umemanekan mengatakan, selama Januari ada dua balita gizi buruk yang dirawat di RS Ibu dan Anak umemanekan.

Sesuai standart operasional pelayanan, balita pengidap gizi buruk yang baru masuk akan dilakukan penimbangan berat badan dan pengukuran panjang untuk menentukan kategori gizi buruk. Setelah itu, pada pasien gizi buruk akan dilakukan tiga jenis trapi untuk menyembuhkan pasien gizi buruk.

Pertama, trapi air gula, kedua trapi F75 dan terakhir trapi F100. "Pasien gizi buruk akan mendapatkan tiga jenis terapi selama 31 hari perawatan di RS Ibu dan Anak umemanekan. Jika masih belum sembuh, maka kita akan buat status baru untuk pasien tersebut untuk melanjutkan penanganan hingga sembuh," ujar wanita berkulit sawo matang ini. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dion Kota)

Penulis: Dion Kota
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved