Berita Kabupaten Kupang Terkini

Satu Pasien DBD Meninggal, Kabupaten Kupang Masuk Status Waspada

Kabupaten Kupang masuk status waspada karena satu pasien demam berdarah dengue (DBD) meninggal dunia.

Satu Pasien DBD Meninggal, Kabupaten Kupang Masuk Status Waspada
POS-KUPANG.COM/Edi Hayong
Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang, dr. Kuji L K Riwu Kaho

Kabupaten Kupang masuk status waspada karena satu pasien demam berdarah dengue (DBD) meninggal dunia.

POS-KUPANG.COM | OELAMASI - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kupang mencatat sampai tanggal 21 Januari 2019 jumlah kasus demam berdarah dengue (DBD) sebanyak 27 kasus dimana satu orang meninggal dunia.

Pasien yang meninggal dunia sepekan lalu itu berjenis kelamin wanita berusia 7 tahun dari Desa Noelbaki, Kecamatan Kupang Tengah. Terhadap kasus DBD ini maka Kabupaten Kupang masuk status waspada.

Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang, dr. Kuji L K Riwu Kaho, ketika dikonfirmasi POS-KUPANG.COM, Senin (21/1/2019), membenarkan soal pasien yang meninggal itu.

Hujan Turun Cepat, Warga Desa Wologai Tengah Bersyukur Bisa Kelola Sawah Tadah Hujan

Dokter Kuji menjelaskan, terkait dengan pasien yang meninggal tersebut, pihaknya baru mendapat laporan bahwa sebelumnya dirawat di puskesmas lalu dirujuk ke RS Siloam Kupang.

Pasien yang meninggal tersebut berjenis kelamin wanita berusia 7 tahun namun tidak diberitahu nama lengkapnya.

Menjelang Pasola, Tokoh Agama Imbau Cegah Miras Masuk ke Sumba Barat

"Ini kami tidak bisa berikan nama lengkap pasien. Tapi asalnya dari Noelbaki usia 7 tahun, meninggal pekan lalu. Sampai hari ini (21/1/2019,Red) total kasus DBD sebanyak 27 kasus," katanya.

Ditanya soal pasien DBD meninggal apakah sudah masuk status kejadian luar biasa (KLB), dr. Kuji mengatakan belum bisa. Status KLB itu harus memenuhi tiga alasan utama dan untuk saat ini baru masuk status waspada.

Status KLB, jelas dr. Kuji manakala dalam periode yang kasus kematian 50 persen berturut-turut, selain itu ada keresahan masyarakat juga kunjungan ke fasilitas kesehatan (Faskes) meningkat.

"Jika tiga indikator itu terpenuhi maka bisa status KLB. Kita di Kabupaten Kupang belum masuk tiga indikator itu sehingga masuk status Waspada," jelasnya.

Tentang langkah yang sudah dilakukan, dr. Kuji mengatakan, pihaknya sudah koordinasi ke pemda untuk menerbitkan surat edaran bupati.

Hal yang paling penting masyarakat harus menjaga kesehatan lingkungan dengan program 3M plus. Selama ini warga mengharapkan foging tetapi itu langkah terakhir.

"Kita akan buat kajian berupa surat edaran bupati. Kita juga akan lakukan fogging tapi memang tenaga terlatih terbatas. Kita juga sudah bagi abate ke puskesmas, tapi kami harapkan kesadaran warga jaga kesehatan lingkungan tempat tinggal masing-masing," pintanya. (Laporan Reporter POS- KUPANG.COM, Edi Hayong)

Penulis: Romualdus Pius
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved