Berita Kabupaten TTS Terkini

Nyaris Putus, Jembatan Neobunu di TTS tak Bisa Dilewati Kendaraan Roda Empat

Jembatan Neobunu di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) tak bisa dilewati kendaraan roda empat karena nyaris putus akibat banjir.

Nyaris Putus, Jembatan Neobunu di TTS tak Bisa Dilewati Kendaraan Roda Empat
ISTIMEWA
Badan jalan di ujung jembatan Noebunu amblas akibat terkikis derasnya air kali Noebunu. 

Jembatan Neobunu di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) tak bisa dilewati kendaraan roda empat karena nyaris putus akibat banjir.

POS-KUPANG.COM | SOE - Hujan deras yang terus menguyur Kabupaten TTS dalam sepekan terakhir membuat debit air di kali Noebunu meningkat.

Naiknya debit air membuat aliran air di kali Noebunu menjadi sangat deras. Derasnya aliran air ini mengikis tembok penahan jembatan Noebunu hingga akhir hancur terbawa arus air.

Usai menghancurkan tembok penahanan jembatan Noebunu, perlahan-lahan derasanya aliran air kali Noebunu terus mengikis lapisan tanah yang berada tepat di atas badan jalan. Akibatnya, ruas badan jalan mengalami retak sebelum akhirnya ambalas tersapu aliran air kali Noebunu.

Ranjau di Jembatan Ubeloler Sudah Dibersihkan

Saat ini, ruas jalan tersisa hanya selebar kurang lebih dua meter. Itu pun sudah kembali retak. Sempitnya ruas jalan yang tersisa dan labilnya tanah di atas ruang jalan tersebut membuat kendaraan roda empat sudah tak bisa lagi melintasi ruas jalan tersebut.

Jembatan Noebunu pun terancam putus seandainya ruas jalan yang tersisa benar-benar ambalas. Pasalnya, ruas jalan yang amblas tepat di ujung jembatan Noebunu.

Wakil Bupati Nagekeo Ingatkan ASN Jangan Serakah dan Jadi Pelacur

Sekertaris Badan Penanggulan Bencana Daerah ( BPBD) Kabupaten TTS, Yusuf Ale membenarkan jika jembatan Noebunu sudah tidak bisa lagi dilewati kendaraan roda empat.

Saat ini hanya pejalan kaki dan kendaraan roda dua yang bisa melintasi ruas jalan tersebut. Ia mengaku, untuk mencegah agar jembatan Noebunu tidak sampai putus, pihak sudah melakukan koordinasi dengan Dinas PU Kabupaten TTS guna melakukan penanganan darurat.

Bersama Dinas PU, BPBD akan menanam beberapa batang pohon sebagai paku bumi di lokasi amblasan badan jalan sebelum dilakukan menimbun kembali ruas jalan yang amblas dengan tanah.

"Alat berat sudah kita sudah siap di lokasi untuk bekerja. Namun karena masih hujan kita belum bisa bekerja. Kita menunggu hujan berhenti untuk mulai bekerja. Untuk sementara kita akan menimbun ruas jalan yang amblas dengan tanah dan memasang paku bumi untuk menahan Kikisan air kali Noebunu," katanya.

Melihat kondisi ruas jalan yang hampir ambruk total dan mengancam jembatan Neobunu lanjut Yusuf, pihaknya akan segera membuat kajian untuk pernyataan bencana sehingga bisa menggunakan anggaran tanggap bencana untuk memperbaiki ruas jalan yang ambruk.

"Kalau mau cepat kita perbaiki hanya bisa dengan alokasi dana tanggap bencana dari Pemda TTS. Oleh sebab itu kita masih membuat kajiannya sebagai dasar pernyataan bencana sehingga alokasi anggarannya bisa digunakan. Seandainya jembatan Neobunu putus, maka akses menuju Amanuban Timur, Fatukopa, kokbaun dan toianas putus total," sebutnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dion Kota)

Penulis: Dion Kota
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved