Berita Manggarai Barat Terkini

Di Manggarai Barat ! Biaya Pasien DBD Dibiayai Pemerintah

Uang dari pos dana tak terduga APBD tahun anggaran 2019 itu, salah satunya digunakan untuk membayar biaya pasien DBD yang dirawat.

Di Manggarai Barat ! Biaya Pasien DBD  Dibiayai Pemerintah
POS KUPANG/SERVATINUS MAMMILIANUS.
Posko darurat KLB DBD, Kamis (17/1/2019). 

Laporan Reporter POS--KUPANG.COM, Servatinus Mammilianus

POS--KUPANG.COM | LABUAN BAJO--Pasien DBD yang rawat di rumah sakit atau fasilitas kesehatan lainnya di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), dibiayai oleh pemerintah setempat.

Pemerintah setempat sudah mencairkan uang sebesar Rp 1.944.257.184 (1,9 M) untuk penanganan DBD.

Uang tersebut dicairkan setelah dikeluarkannya penetapan status Kejadian Luar Biasa (KLB) atas serangan DBD tersebut.

Uang dari pos dana tak terduga APBD tahun anggaran 2019 itu, salah satunya digunakan untuk membayar biaya pasien DBD yang dirawat.

"Dana itu sudah dicairkan sekaligus. Saya sudah koordinasi dengan pihak rumah sakit. Rumah sakit akan menyerahkan bukti seperti kwitansi lalu saya verifikasi untuk mengeluarkan uang sesuai yang diminta, terkait pembayaran perawatan pasien," kata Wakil Komando penanganan darurat KLB DBD Dominikus Hawan.

Dia ditemui di posko darurat KLB DBD yang berada di lantai dua kantor bupati Mabar, Kamis (17/1/2019).

Dominikus juga saat ini menjabat sebagai kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mabar.

Apel Bendera Gabungan 17 ! Panglima TNI Pesan Jaga Netralitas

Di Kabupaten Lembata ! Mengapa Kasus Jembatan Waima Dilaporkan ke KPK ?

Pencairan uang Rp 1,9 miliar untuk penanganan DBD dilakukan melalui BPBD.
Dominikus menjelaskan, selain untuk membiayai para pasien yang positiv DBD, uang Rp 1,9 M itu digunakan untuk operasi penanganan yang lain.

Antara lain untuk kegiatan fogging, pembagian abate, operasional posko dan kegiatan lainnya.

Saat ini kata dia, alat fogging berjumlah 9 unit yang terdiri dari 5 unit sumbangan Provinsi NTT dan 4 unit pengadaan oleh kabupaten sendiri.

Sesuai data dari posko darurat KLB DBD, jumlah total warga di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) yang positiv diserang DBD, hingga 16 Januari 2019 sebanyak 715 orang.
Jumlah tersebut terhitung sejak tahun 2018 lalu, yakni 1 Januari 2018 sampai 16 Januari 2019 ini.

Khusus untuk Januari 2019, sejak tanggal 1 hingga 16 sebanyak 176 orang, sedangkan 2018 lalu sebanyak 539 orang. Dengan demikian jumlah totalnya 715 orang.

Dari jumlah tersebut, 5 orangnya meninggal dunia. Selain itu ada 2 orang lainnya yang berdomisili di wilayah serangan DBD yang juga meninggal dunia tetapi belum sempat ada konfirmasi dari laboratorium. Sehingga tidak diketahui apakah meninggal karena DBD atau penyebab lainnya.(*)

Penulis: Servan Mammilianus
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved