Berita Regional Terkini

Oknum Mahasiswi Jadi Mucikari Prostitusi Online, Segini Tarif Sekali Kencan Diluar Sewa Hotel

Seorang oknum mahasiswi berinisial GD menjadi mucikari prostitusi online, ternyata segini tarif sekali kencan diluar sewa hotel.

Oknum Mahasiswi Jadi Mucikari Prostitusi Online, Segini Tarif Sekali Kencan Diluar Sewa Hotel
KOMPAS.com/THINKSTOCK
Ilustrasi prostitusi online 

Seorang oknum mahasiswi berinisial GD menjadi mucikari prostitusi online, ternyata segini tarif sekali kencan diluar sewa hotel.

POS-KUPANG.COM | SAMARINDA - Seorang mahasiswi di salah satu perguruan tinggi di Samarinda, Kalimantan Timur, ditangkap polisi lantaran menjadi mucikari prostitusi online. Pelaku berinisial GD, dan berusia 28 tahun.

Kasat Reskrim Polresta Samarinda, Kompol Sudarsono mengatakan, modus prostitusi online ini hanya menggunakan media WhatsApp. Pelaku tidak melayani sembarang orang, hanya orang-orang tertentu saja yang dapat berkomunikasi via WhatsApp.

"Kita melakukan penyamaran, dan pelaku merespons. Kita bongkar dan hanya melalui WhatsApp," kata Sudarsono, Senin (14/1/2019).

Akibat Mengendarai Motor Tanpa Memakai Helm, 2 Pelajar Ini Tewas Saat Terjadi Tabrakan

Dari pesanan yang diterima, GD akan mengirimkan gambar saat gadis-gadis berhubungan seks. Pelaku juga memberikan keterangan pola permainan seks para gadis di tiap foto yang dikirim. "Pelaku mengirimkan foto sesuai pesanan," sebut dia.

GD ditangkap di sebuah hotel pada Jumat (11/1/2019) pukul 02.00 dini hari, saat menjalankan bisnisnya. GD diamankan bersama dua korbannya, yakni gadis berinisial RD (23) di hotel yang sama dan GA (22) di hotel yang berbeda.

Jokowi Sebut Anggaran Pembangunan Infrastruktur Melonjak, 2019 Bangun 1.850 KM Jalan Tol

Kepada polisi, GD mengaku hanya iseng menjalankan bisnisnya. Dia tidak pernah mematok tarif untuk sekali kencan. Korban yang berhak menentukan tarif sendiri dan langsung bernegosiasi dengan pelanggan.

Saat itu, korban RD dan GA memasang Rp 1 juta di luar biaya kamar hotel. Imbalan yang dia terima pun tidak besar, yakni berkisar Rp 200.000-Rp 300.000.

Dari keterangan korban, mereka sudah melayani laki-laki hidung belang dari sepuluh kali penjualan. Korban tidak melayani semua tawaran, hanya sesuai keinginan korban.

Informasi sementara, semula korban pernah juga ditawarkan pelaku pada tahun 2016. "Jadi, pelaku bertugas menawarkan gadis-gadis yang masih berusia muda. Pelaku dikenakan Pasal 2 Ayat (1) dan (2) dan Pasal (12) UU No 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang sub Pasal 506, 296 KUHP," pungkas dia. (Kompas.com)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved