Berita NTT Terkini
ASN Tak Disiplin Kenakan Rompi Orange, Simak 4 Fakta Kebijakan ini: Pemprov Telah Siapkan 150 Rompi
ASN Tak Disiplin Kenakan Rompi Orange, Simak 4 Fakta Kebijakan ini: Pemprov Telah Siapkan 150 Rompi
Penulis: Eflin Rote | Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM - Ada pemandangan tak biasa saat apel di halaman Kantor Gubernur NTT, Senin (7/1/2019).
Apel pertama tahun 2019 ini dihadiri oleh seluruh ASN di lingkup Pemprov NTT. Sejumlah ASN terlihat mengenakan rompi orange.
Para ASN yang akan mengenakan rompi berbaris dalam barisan tersendiri.
• Ini Faktor Penyebab Terjadinya Gempa 4,9 SR di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Flores, NTT?
• Gempa Labuan Bajo Manggarai Barat Tak Berpotensi Tsunami, Warga Diharap Tak Panik
Saat pengenaan rompi,setiap pimpinan OPD yang langsung memakaikan kepada ASN masing-masing.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala BKD NTT, Mulu Blasius, S.E,CES mengatakan, rompi itu disiapkan oleh Biro Umum Setda NTT dalam rangka memberi motivasi bagi ASN untuk meningkatkan disiplin.
Lalu, seperti apa kebijakan Pemprov NTT terkait kebijakan rompi orange ini? Berikut fakta-faktanya!
• Mobil Tentara Senggol Sepeda Motor di Depan Mesjid Al Ikhlas Halilulik, Warga Mandeu Alami Hal ini
• Waduh! Tak Disiplin Waktu ASN Pemprov NTT Ramai-ramai Kenakan Rompi Orange, Ini Penampakannya
1. Diberikan kepada ASN yang tidak disiplin
Kepala Biro Umum Setda NTT, Drs Zakarias Moruk mengatakan, rompi orange yang nantinya dikenakan kepada para ASN yang tidak disiplin.
Menurutnya, upaya itu bukan untuk menakut-nakuti atau ancaman bagi ASN melainkan sebagai bentuk motivasi bagi ASN dalam bekerja.
"Rompi ini bukan untuk menakut-nakuti tetapi sebagai motivasi ASN dalam bekerja sehingga kinerjanya dapat ditingkatkan," kata Zakarias, Jumat (2/11/2018).

2. Pemerintah siapkan 150 rompi
Zakarias juga mengatakan, pihak Biro Umum telah menyiapkan 150 rompi untuk ASN yang tidak disiplin di lingkup Pemprov NTT.
Dijelaskan, pengadaan rompi oleh Biro Umum itu bukan sebuah ancaman bagi ASN, melainkan motivasi agar ASN lebih tertib dan disiplin dalam bekerja.
"Motivasi untuk masuk kantor tepat waktu, motivasi untuk bekerja secara disiplin dan bertanggungjawab," katanya.
• Pakai Rompi Orange,ASN Ini Enggan Lepaskan
• ASN Pemprov NTT Tidak Disiplin Kenakan Rompi Saat Apel
3. Pelaksanaan Teknis dilakukan BKD NTT
Bagian Umum mengaku hanya menyediakan rompi-rompi tersebut. Terkait penerapannya secara teknis akan dilakukan oleh BKD NTT.
"Secara teknis tentu dilakukan oleh BKD. Kami hanya siapkan rompi itu," ujarnya.
Dikatakan,secara teknis itu, apakah rompi itu akan dipakai oleh ASN yang tidak masuk kerja selama tiga hari berturut-turut atau seperti apa tentu akan diatur oleh BKD.
Hal lain, lanjut Zakarias, mungkin juga dikenakan bagi ASN yang masuk terlambat selama lima hari atau berapa hari. "Itu hal teknis yang diatur oleh BKD. Intinya bahwa kita mendukung program bapak Gubernur NTT soal reformasi birokrasi termasuk disiplin ASN," ujarnya.

Sedangkan menyangkut penerapan e-absensi, ia mengakui hal itu sementara disiapkan perangkatnya oleh Dinas Kominfo, namun untuk absensi dalam penerapannya sudah ada, yakni masuk pada pagi hari pada pukul 07:30 wita batas absensi masuk, kemudian pada pukul 12:00 wita dan juga pada pukul 13:00 wita.
"Untuk pulang absensinya pada pukul 16:00 wita setiap hari mulai Senin-Kamis, sedangkan untuk hari Jumat pulang pada pukul 16:30 wita," ujarnya.
• Pengadaan Rompi! DPRD NTT Sebut Sebagai Shock Terapi
• ASN Setda NTT Tidak Disiplin Dikenakan Rompi! Biro Umum Siapkan 150 Rompi
4. Wagub mengaku ada yang tertawa karena kebijakan ini
Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi mengatakan jika ada pihak yang tertawa lantaran kebijakan rompi orange bagi ASN yang tidak disiplin.
Kepada wartawan, Senin (12/11/2018), Josef mengatakan kebijakan penegakan disiplin bagi ASN di lingkup Pemprov NTT membuat beberapa pihak tertentu tertawa.
"Ada orang yang tertawa kalau kami siap rompi. Kita harus memulai hanya jangan himbau-himbau," kata Josef.
(pos-kupang.com/eflin rote)