Berita Kota Kupang

Kisah Pilu Seorang PSK Karang Dempel, Pernah Jadi Mahasiswi dan Pernah Berkeluarga

Mereka mengantre karena jumlah PSK yang ada sudah berkurang. "Kalau kamar-kamar yang tertutup itu mas, udah pada pulang,"

Kisah Pilu Seorang PSK Karang Dempel, Pernah Jadi Mahasiswi dan Pernah Berkeluarga
Tribunbali
Ilustrasi PSK 

Anak-anaknya saat ini dipelihara oleh orangtuanya di Jawa. Setiap bulan, bahkan hampir tiap minggu Sulastri rajin mengirim uang untuk anak-anaknya. "Intinya saya bekerja bukan sekedar untuk kesenangan tapi demi bertahan hidup dan masa depan anak-anak saya," ungkapnya.

Tujuh Tahun Menanti Calon Istri. Yuk Simak! Kisah Cinta Ustaz Adi Hidayat. Pakai Syarat Ini

Anda Wajib Tahu Angka SAR pada Smartphone yang Miliki Radiasi Tinggi

Pantauan POS-KUPANG.COM, Rabu (2/1/2018) malam sejumlah pekerja seks komersial (PSK) di Lokalisasi tersebut masih beraktivitas melayani pelanggan. Alasannya, mereka butuh uang untuk bertahan hidup.

"Kami masih menunggu keputusan yang jelas dari Pemerintah Kota Kupang, seperti apa nasib kami dan kapan diberi uang. Kalau kami tidak layani pelanggan yang datang, kami mau hidup pakai apa, sementara kami masih di sini," ungkap salah seorang PSK.

Beberapa pelanggan di Lokalisasi tersebut tampak hilir mudik, mengantre di depan kamar PSK.

Mereka mengantre karena jumlah PSK yang ada sudah berkurang. "Kalau kamar-kamar yang tertutup itu mas, udah pada pulang," ungkap salah seorang PSK.

Segerombolan pemuda yang datang tampak tersenyum riang, setelah tau bahwa ada PSK yang masih beraktivitas di KD.

Dicabuli Pacar dan Temannya di Tiga Lokasi, Siswi SMP Ini Tewas dengan Kepala dan Telinga Berdarah

Cantik Sejak Lahir Lalu Dinobatkan Jadi ‘Wanita Paling Cantik di Dunia’ Versi TC Candler.

Tega Nian. Orangtua Hadiri Pesta, Bocah 2 Tahun Diperkosa Pria Mabuk

"Yah beta (saya) kira sudah ditutup benaran, tapi ternyata masih buka. Jadi katong masih bisa main ke sini lagi," ungkap salah seorang pemuda.

Salah seorang PSK mengungkapkan, hari ini, Kamis (3/1/2018) mereka akan bertemu dengan Walikota Kupang, di Jefri Riwu Kore pukul 14.00 Wita untuk berbicara soal kejelasan nasib mereka.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti)

Penulis: Laus Markus Goti
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved