Berita Kabupaten Sumba Timur

Petani Ternak di Sumba Timur Kuatir Tak Ada Persedian Rumput Ternak

Pokoknya kita petani ternak ini kita rasa kuatir betul karena hujan ini jarang turun, dan sudah beberapa hari terakhir tidak turun lagi

Petani Ternak di Sumba Timur Kuatir Tak Ada Persedian Rumput Ternak
POS KUPANG/ROBERTUS ROPO
Daud Djara Keraba sedang mengembalakan ternak sapi miliknya yang sangat kurus di padang. 

POS-KUPANG. COM | WAINGAPU----Para petani ternak di Wilayah Sumba Timur hingga saat ini masih kuatir dengan ketersediaan pakan ternak khususnya rumput, sebab meskipun di daerah lain terus diguyur hujan hingga banjir dan membawa bencana, namun di sebagian besar wilayah Sumba Timur hujan jarang turun, sehingga rumput di padang belum juga semua tumbuh.

Petani ternak asal Desa Palakahembi, Kecamatan Pandawai, Kabupaten Sumba Timur Daud DJara Keraba kepada POS-KUPANG. COM, Jumat (28/12/2018) mengaku masih rasa kuatir pasalnya hujan jarang turun di wilayah itu sehingga rumput sebagian besarnya belum tumbuh.

"Pokoknya kita petani ternak ini kita rasa kuatir betul karena hujan ini jarang turun, dan sudah beberapa hari terakhir tidak turun lagi. Rumput di padang belum begitu banyak yang tumbuh dan yang tumbuh karena hujan hari kemarin juga sudah di makan ternak semua,"ungkap Daud.

Daud mengatakan meskipun begitu, mereka tetap bersyukur karena sudah sedikit turun hujan sehingga rumput ada yang tumbuh sedikit dan bisa sedikit menyelamatkan ternak mereka.

BPBD Sumba Timur Minta warga Sumba Timur Waspada Jika Warning dari BMKG

Suasana Hari Natal dan Natal Kedua di Sumba Timur Berjalan Aman

Kreatif! Pohon Natal Terbuat Dari Knal Pot Racing Oleh Satlantas Polres Sumba Timur

Anda Ingin ke Tarakan Menggunakan Kapal Pelni ? Ini Jadwalnya

"tetapi kita bersyukur karena ada hujan sedikit kemarin-kemarin jadi ada sedikit tumbuh rumput sehingga ternak bisa makan, tapi ini rumput sudah tidak ada lagi,"ungkap Daud.

Daud juga mengaku akibat kemarau panjang pada tahun ini, satu ekor ternak sapi betina induk kesayanganya mati karena tidak ada ketersediahan rumput. Rumput di padang mati semua.

Petani lainya, Kristo Behar juga kepada POS-KUPANG. COM menyampaikan hal yang sama.

"ya kita hanya berharap hujan terus turun sehingga rumput tumbuh banyak dan ternak kami bisa selamat, kalau tidak ini mati semua ternak kami, lihat saja ternak di padang pada kurus-kurus,"ungkap Kristo. (Laporan Reporter POS-KUPANG. COM, Robert Ropo)

Penulis: Robert Ropo
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved