Parodi Situasi

Kampanye Damai

Damai! Tentu saja! Tetapi bagaimana caranya menang dan dapat kursi ya? Kakak caleg dari partai A, ipar caleg dari partai B

Editor: Dion DB Putra
ilustrasi

Oleh Maria Matildis Banda

POS-KUPANG.COM - Damai! Tentu saja! Tetapi bagaimana caranya menang dan dapat kursi ya? Kakak caleg dari partai A, ipar caleg dari partai B, adik caleg dari partai C. Istri punya adik caleg dari partai D. Teman caleg dari partai E. Mau pilih yang mana tinggalkan yang mana ya?

***

"Beda partai! Tetapi satu wilayah pilihan!" Jaki bingung setengah mati.
"Ikut hatimu saja!" sambung Rara. "Pilihlah aku temanmu ini!"

"Enak saja!" sambung Jaki.

Catat Tanggalnya! Film BTS World Tour: Love Yourself in Seoul Tayang di Indonesia Januari 2019 Nanti

Drakor Clean With Passion For Now Rating Tertinggi di Episode 1, Malam ini Episode 2 Tayang

Ramalan Zodiak Malam ini - Cancer Tersesat karena Kehebohan, Aquarius Kaget Lihat Perubahan

"Daripada kamu bingung pilih kakak, paman, tanta, om, adik ipar, adik kandung, adik sepupu, dan adik istrimu? Susah bukan? Bingung jadinya? Lebih baik pilihlah temanmu ini," bujuk Rara.

Jaki terdiam. Memang bingung mau pilih yang mana. Dari sanak saudaranya yang caleg hanya satu saja yang cukup meyakinkan. Kakak! Wawasan luas, rendah hati, pekerja keras, rela menolong, suka memberi, dan yang paling penting selalu peka menanggapi berbagai persoalan sosial kemasyarakatan yang terjadi di kota kelahiran mereka. Caleg yang satu itu juga cepat turun tangan, mencari solusi dari permasalahan yang ada.

"Bagaimana?" desak Rara.
"Tidak! Aku akan memilih salah satu caleg dari rumpun keluarga!"
"Yang mana?"

***
Ya! KPU telah mendeklarasikan kampanye damai pemilu 2019. Demikian dijelaskan Benza dan Nona Mia. "Mulai hari ini 23 September 2018 sampai 13 April 2019.
Mudah-mudahan kampanyenya aman dan lancar menuju hari H pemilihan. Siapa pun pilihan, itu adalah hasil dari kampanye yang damai. Tidak saling menjatuhkan satu terhadap yang lain. Setiap calon harus pastikan bahwa dirinya memiliki nilai jual yang meyakinkan. Harus sanggup memastikan bahwa pembelinya tidak akan membeli kucing dalam karung. Hidup atau mati."

"Apa? Kucing dalam karung?" Rara terkejut. "Kamu samakan aku dengan kucing? Kucing hidup atau kucing mati? Maksudnya apa?" wajah Rara merah. "Jangan buat aku marah ya?" Rara menggebrak meja.

Waduh Rara! Baru mulai kampanye sudah pasang jurus pukul meja. Kampanye damai hanya slogan. Kampanye hanya kata-kata kosong melompong. Apa kata pemilih jika perilaku Rara sudah seperti ini pada hari pertama kampanye.

"Kalau kamu tidak pilih saya! Ya sudah! Peduli amat dengan kamu-kamu. Tetapi awas! Kalau aku dapat kursi di legislatif, lihat saja!" ancam Rara.

"Baru hari pertama sudah ancam mengancam. Bagaimana hari kedua, ketiga, keempat, dan seterusnya?"

"Karena kamu bilang aku kucing dalam karung! Apa maksudmu?"

***
"Harus jelas siapa kamu, apa integritasmu, apakah kamu layak dipilih atau tidak layak. Harus jelas dan pasti!" sambung Nona Mia.
"Saya ini, saya ini, saya ini..." Rara gugup saat bicara.

"Saya adalah caleg. Saya pantas dipilih karena, karena....karena apa ya?"
"Keunggulanmu?" tanya Benza. "Jual keunggulan itu.
"Saya pasti menang! Itulah keunggulanku," kata Rara. "Saya juga yakin Jaki pilih saya! Kalau tidak percaya tanya saja pada Jaki."

***

Ternyata Jaki sedang diserang oleh kakak adik dan sanak saudara yang ikut mencalonkan diri dari anggota legislatif. Semua terjadi gara-gara Rara buat ulah. Rara memfitnah. Dengan gagahnya Rara menyampaikan kepada segenap anggota keluarga Jaki yang sudah siap jadi caleg, bahwa Jaki akan memilih dirinya, sebab caleg-caleg dalam keluarganya tidak ada yang layak dipilih.

"Kecuali kamu Kak. Kakakku satu-satunya yang paling layak jadi anggota legislatif. Sungguh!"

"Oh, jadi begitu gayamu?" teriak adik ipar Jaki, adik sepupu, adik istrinya, kakak, tanta dan om, opa dan oma, dan segenap keluarga. Semua marah sama Jaki. Jaki tambah bingung hendak memilih yang mana. Pilih Rara ataukah salah satu anggota keluarganya. Pilih yang mana?

***
"Bagaimana menurutmu Benza?"

"Yang penting kampanye damai!" jawab Benza. "Terlalu banyak caleg. Jalan masih panjang bagi partai untuk menentukan calon yang benar-benar dapat diandalkan. Jalan masih lebih panjang bagi keluarga-keluarga untuk mengerti mengapa berjuang, bagaimana caranya, dan apa yang terbaik bagi keluarga untuk mendapat kursi...Jalan masih lebih panjang lagi bagi kita semua untuk belajar berpolitik dan berdemokrasi!"

"Yang penting kampanye damai! Saat ini damai dulu."

"Ya, salam damai!" *

* Parodi Situasi adalah kolom Maria Matildis Banda yang terbit pada setiap edisi Minggu Pos Kupang cetak. Penulis mengungkap fakta sosial dengan gaya parodi yang menyentil reflektif .

* Maria Matildis Banda adalah sastrawan asal Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur yang tergolong produktif. Dia sudah menghasilkan banyak karya cerpen, cerbung dan novel. Sehari-hari Maria merupakan staf pengajar pada Fakultas Sastra Universitas Udayana Denpasar, Bali.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved