Parodi Situasi
Tungku Haram dan Moratorium TKI
TKI khususnya TKW yang jadi korban dagang orang. Bagaimana dagang orang terjadi secara masif di depan hidung sanak saudara sendiri.
"Tetapi orang perlu kerja! Berhak untuk punya uang! Berhak untuk hidup layak sandang pangan, layak pendidikan, dan layak kesehatan! Enak saja kamu omong soal legal, ilegal. Apakah kamu yang kasih makan orang-orang itu?" Jaki mengomel dengan berapi-api.
"Stop! Jangan bicara lagi! Kalau kamu tetap bicara saya akan segera lapor polisi bahwa kamu juga terlibat di jalan tikus dan lorong-lorong gelap!" Nona Mia bicara dan Benza mengamininya sambil menenangkan Jaki dan Rara yang masih membara kemarahannya.
"Apakah kamu tidak tahu bahwa ada oknum yang juga bermain juga dan juga bermain?" teriak Jaki. "Orang perlu kerja! Cari hidup!"
***
Betul! Orang perlu kerja! Cari hidup! Tentu kita harapkan moratorium TKI benar-benar mencapai hasil. Tentu kita harapkan tersedia bidang kerja yang dapat menyerap tenaga kerja baik yang merana di luar negeri maupun yang merana dalam negeri sendiri. Tentu kita harapkan dengan moratorium TKI dan setelah moratorium, orang-orang kita juga bisa bekerja di luar negeri menjadi TKI legal asal NTT dengan keterampilan yang dapat dibanggakan.
"Kamu berdua terinspirasi drama Tungku Haram kah?" Jaki dan Rara masih tidak puas dan tidak bisa terima begitu saja penjelasan Nona Mia dan Benza.
"Ya, Tungku Haram itu mengajarkan keberanian mencermati realita dagang orang. Kapan dagang orang terhapus dari tanah leluhur NTT ini. Kapan kita sanggup menghapus air mata para korban?"
"Mudah-mudahan moratorium TKI benar-benar terjadi!"
"Tidak ada lagi makanan yang berasal dari Tungku Haram!" (*)
* Parodi Situasi adalah kolom Maria Matildis Banda yang terbit pada setiap edisi Minggu Pos Kupang cetak. Penulis mengungkap fakta sosial dengan gaya parodi yang menyentil reflektif .
* Maria Matildis Banda adalah sastrawan asal Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur yang tergolong produktif. Dia sudah menghasilkan banyak karya cerpen, cerbung dan novel. Sehari-hari Maria merupakan staf pengajar pada Fakultas Sastra Universitas Udayana Denpasar, Bali.