Parodi Situasi

Tungku Haram dan Moratorium TKI

TKI khususnya TKW yang jadi korban dagang orang. Bagaimana dagang orang terjadi secara masif di depan hidung sanak saudara sendiri.

Tungku Haram dan Moratorium TKI
FB
Ilustrasi

"Gubernur dan wakil gubernur kah!" jawab Nona Mia. "Soal undang-undang bilang gubernur dan wagub, sudahlah. Jika keduanya menyebut gubernur satu dan gubernur dua, ya apa salahnya? Biar saja! Yang penting satu dua itu tetap berjalan beriringan mengurus TKI diawali dari moratorium TKI."

"Moratorium itu dari kata Latin morari yang berarti penundaan," kata Nona Mia sambil membaca kamus. "Otorisasi legal yang ditentukan pada saat terjadinya tekanan berat secara politik atau komersial. Jadi jika kalian berdua -Jaki dan Rara-sadar diri bahwa dagang orang itu masalah kemanusiaan yang amat sangat berat bagi NTT, kalian berdua pasti mengerti! Moratorium TKI. Untuk sementara tunda pengiriman tenaga kerja saat ini juga. Maksudnya tidak ada pengiriman TKI dan lebih khusus lagi TKW.

Hentikan sementara dan kaji ulang regulasi, cari tahu sampai dapat semua jalan tikus, jemput semua pelaku yang bertingkah seperti pencuri yang masuk lorong-lorong dagang orang secara ilegal. Cari tahu dan bongkar kasus-kasus sampai ke akar-akarnya."

***
"Tidak bisa! Kerja di luar negeri itu hak asasi! Cari kerja itu juga hak asasi!" Jaki dan Rara berebutan bicara sambil menggebrak meja dengan mata menyala diliputi kedongkolan.

"Hei, tapi jual orang itu langgar undang-undang!" sambung Nona Mia. "TKI ilegal itu langgar undang-undang! Kamu tidak tahu kah? Dari 71 TKI yang meninggal di Malaysia itu hanya dua orang yang legal! Selebihnya ilegal!"

"Tetapi orang perlu kerja! Berhak untuk punya uang! Berhak untuk hidup layak sandang pangan, layak pendidikan, dan layak kesehatan! Enak saja kamu omong soal legal, ilegal. Apakah kamu yang kasih makan orang-orang itu?" Jaki mengomel dengan berapi-api.

"Stop! Jangan bicara lagi! Kalau kamu tetap bicara saya akan segera lapor polisi bahwa kamu juga terlibat di jalan tikus dan lorong-lorong gelap!" Nona Mia bicara dan Benza mengamininya sambil menenangkan Jaki dan Rara yang masih membara kemarahannya.

"Apakah kamu tidak tahu bahwa ada oknum yang juga bermain juga dan juga bermain?" teriak Jaki. "Orang perlu kerja! Cari hidup!"

***

Betul! Orang perlu kerja! Cari hidup! Tentu kita harapkan moratorium TKI benar-benar mencapai hasil. Tentu kita harapkan tersedia bidang kerja yang dapat menyerap tenaga kerja baik yang merana di luar negeri maupun yang merana dalam negeri sendiri. Tentu kita harapkan dengan moratorium TKI dan setelah moratorium, orang-orang kita juga bisa bekerja di luar negeri menjadi TKI legal asal NTT dengan keterampilan yang dapat dibanggakan.

Halaman
123
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved