Berita Kabupaten Belu Terkini
Dianiaya dan Dikejar Orang yang Pegang Kelewang, Pria ini Heran Polisi Tak Tahan Pelaku
Dianiaya dan Dikejar Orang yang Pegang Kelewang di Pasar, Pria ini Heran Polisi Tak Tahan Pelaku
Penulis: Fredrikus Royanto Bau | Editor: Fredrikus Royanto Bau
Dianiaya dan Dikejar Orang yang Pegang Kelewang di Pasar, Pria ini Heran Polisi Tak Tahan Pelaku
POS-KUPANG.COM - Naas menimpa Theodorus Ikun, warga Desa Leuntolu, Kecamatan Raimanuk Kabupaten Belu.
Dirinya dianiaya warga lainnya lalu dilaporkan ke Polsek Halilulik, Polres Belu namun pelaku tidak diberi tindakan apapun dan bebas berkeliaran.
Bahkan, sebulan kemudian, pelaku bersama teman-temannya mencari korban di Pasar Halilulik sembari memegang kelewang hingga orang di pasar berlarian namun tidak ada tindakan dari polisi.
• Polisi Mediasi! Pelaku Penganiayaan di Malaka Dikenakan Sanksi Adat Denda Uang dan Babi
• Buntut Penganiayaan di SMAN 4 Kupang, Pihak Korban dan Pelaku Saling Lapor
• Partai Demokrat Telusuri Tempat Kerja Perusak Atribut di Pekanbaru
Kepada POS-KUPANG.COM Sabtu (15/12/2018), Theodorus mengatakan penganiayaan terhadap dirinya dilakukan oleh warga Tubaki Haliwen bernama AM bersama tiga temannya yakni T, A dan T pada Jumat (9/11/2018) sekitar pukul 03.00 wita dini hari lalu.
Penganiayaan terhadap Theodorus ini terjadi di wilayah Desa Rinbesihat, Kecamatan Tasifeto Barat.
Mendapat penganiayaan tersebut dan karena jumlah pelaku lebih banyak, korban tak bisa membalasnya.
"Waktu itu mereka ada empat orang. Anselmus Mau, Toni, Ande dan Thomas. Saya tidak tahu masalahnya apa, tiba-tiba mereka datang sambil pegang kelewang dan langsung pukul saya. Ansel tinju di rahang kiri saya sampai memar dan bengkak,"
Setelah dianiaya, lanjut Theodorus, dirinya langsung melaporkan ke Polsek Tasbar di Halilulik dan melakukan visum.
• Ini Prediksi Susunan Pemain Liverpool Vs Manchester United! Krisis Hantui Derbi Inggris
• Setelah 11 Jam Dirawat, Korban Tabrakan Beruntun Itu Akhirnya Meninggal Dunia
• Biaya Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati TTS Terpilih ! Pemda TTS Alokasikan 350 Juta
"Waktu itu yang terima laporan saya, anggota polisi piket dan langsung ambil keterangan. Setelah itu langsung visum di puskesmas halilulik," ungkapnya.
Yang mengherankan, katanya, meski dirinya sudah melaporkan peristiwa itu, pihak kepolisian tidak menindaklanjuti laporannya dan membiarkan para pelaku berkeliaran dan terus melakukan teror terhadap dirinya.
Hampir setiap saat dirinya mendapatkan ancaman akan dibunuh sehingga dirinya merasa trauma untuk keluar rumah.
Puncak teror dan ancaman terhadapnya, demikian Theodorus, pada Hari Kamis (6/12/2018) bertepatan dengan pasar Halilulik, para pelaku membuat suasana pasar heboh.
Beberapa warga dab penjual berlarian ketakukan karena para pelaku ini berjalan mondar-mandir memegang kelewang sambil mengatakan bahwa mereka mencari Theodorus Ikun dan mencari orang yang satu kampung dengan Theodorus.
• Digiring Tangan Terikat dan Disekap Tanpa Busana pada Suhu Dingin! Menuju Puncak Kabo
• Heboh, Ibu Satu Anak Kejar-kejaran dengan Yayan, Setelah ditangkap Polisi Ternyata Ini yang Terjadi
• Karel Rame Berusaha Melakukan Ini Saat Melihat Anaknya Kristin Dimangsa Buaya, Begini Hasilnya
"Hari kamis pas pasar, Ansel bersama orang-orangnya cari saya pakai kelewenang cari di pasar Halilulik. Ini sangat meresahkan. Orang-orang di pasar lari. Tapi polisi biarkan saja. Apakah mereka mau kami baku bunuh dulu baru polisi bergerak," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/dianiaya-dan-dikejar-orang-yang-pegang-kelewang-pria-ini-heran-polisi-tak-tahan-pelaku.jpg)