Berita Labuan Bajo Terkini

Terkait Rencana Gubernur NTT! Begini Aspirasi Pemilik Hotel Melati di Labuan Bajo

Salah satu pemilik hotel melati di Labuan Bajo Matheus Siagian, menilai bahwa rencana Gubernur NTT untuk tidak lagi memberi izin kepada hotel melati

Terkait Rencana Gubernur NTT! Begini Aspirasi Pemilik Hotel Melati di Labuan Bajo
POS KUPANG/SERVAN MAMMILIANUS
Sejak Bulan Juli 2018 lalu hingga saat ini, hampir semua kamar hotel di Labuan Bajo selalu penuh oleh para wisatawan,

Laporan Reporter POS--KUPANG.COM, Servatinus Mammilianus

POS--KUPANG.COM | LABUAN BAJO--Salah satu pemilik hotel melati di Labuan Bajo Matheus Siagian, menilai bahwa rencana Gubernur NTT untuk tidak lagi memberi izin kepada hotel melati di kota pariwisata itu terlalu cepat.

"Menurut saya terlalu cepat. Labuan Bajo sedang berkembang, saat ini justru banyak hotel melati milik orang lokal Manggarai Barat. Nah, jika harus upgrade mendadak tanpa bimbingan, maka yang akan terjadi adalah mereka akan tersingkirkan oleh mereka yang memiliki modal besar saja," kata Matheus kepada POS--KUPANG.COM, Kamis (13/12/2018) malam.

Dia sepakat bahwa membangun daerah harus punya tujuan besar namun tidak boleh ada yang terabaikan.

"Kita harus punya tujuan besar ke depan namun kita juga harus sadar akan waktu. Jika kita mau berlari pastikan tim kita semuanya siap berlari. Kalau tim kita berjalan saja masih pincang lalu dipaksakan lari, maka mereka akan tertinggal di belakang. Mari pelan-pelan kita berjalan bersama ke tujuan yang besar, kita tidak boleh meninggalkan teman-teman di belakang," tutur Matheus.

Menurutnya, usaha wisata di Labuan Bajo bervariasi termasuk hotel melati, dengan demikian marketnya juga berbeda-beda.

"Jika mau buat daerah eksklusif dan mahal, silahkan saja tetapi jangan bunuh mereka yang punya market lain," kata Matheus.

Ditambahkannya, alangkah baiknya bila semua kebijakan berkaitan dengan kehidupan banyak orang, dibicarakan secara bersama-sama.

"Hendaknya semua keputusan yang menyangkut orang banyak dibicarakan juga bersama. Baik dari pemerintah kabupaten, pemilik tempat usaha dan stake holder pariwisata lainnya," kata Matheus.
Dijelaskannya, keadaan Labuan Bajo yang cukup berkembang pariwisatanya saat ini karena kerja keras banyak pihak.

"Perlu diingat juga, Labuan Bajo berkembang pesat hingga dikenal dunia internasional, bukan hanya karena pemerintah, bukan hanya berkembang karena hotel berbintang. Labuan Bajo berkembang karena semua orang di dalamnya bekerja keras bersama," kata Matheus.

Dia mengisahkan, dulu Labuan Bajo sepi dan para pemilik usaha harus tahan banting.

"Saya ingat jaman Labuan Bajo sepi, saya hanya menghasilkan uang 4 bulan dalam setahun. Sisanya 8 bulan penghasilan pas-pasan dan nombok. Walau setengah mati, saya berjuang menggaji pegawai. Saya yakin banyak yang sepenanggungan dengan saya. Tolong jangan kesampingkan atau bunuh mata pencaharian mereka hanya kerena kita mau maju cepat," kata Matheus.

Dia sangat percaya, Gubernur NTT punya banyak ide dan bekerja keras untuk kemajuan NTT termasuk Labuan Bajo.

"Saya yakin Bapak Gubernur punya ide-ide bagus dan beliau punya tujuan besar. Saya ingin sampaikan, jangan jalan terlalu cepat nanti banyak yang tertinggal di belakang dan jadi penonton. Mari bantu kami agar kita berjalan bersama, maju bersama," kata Matheus.(*)

Penulis: Servan Mammilianus
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved