Parodi Situasi

Gempa Dahsyat di NTT

Gempat dahsyat? Ada gempa dahsyat di NTT. Terjadi sepanjang tahun. Karena dahsyatnya dan karena sudah biasa

Editor: Dion DB Putra
pixabay via tribunnews.com
ilustrasi 

Oleh Maria Matildis Banda

POS-KUPANG.COM - Gempat dahsyat? Ada gempa dahsyat di NTT. Terjadi sepanjang tahun. Karena dahsyatnya dan karena sudah biasa, maka dianggap biasa saja oleh sebagian orang. Apalagi oknum-oknum pencipta gempa.

"Kapan gempa?"
"Siapa korban?"
***

"TKI dan TKW!"
"Apalagi yang TKW!"
"Banyak yang pulang hanya tinggal nama!"
"Kasihan sekali saudari-saudari kita ini. Kena tipu luar dalam. Menderita luar dalam. Rugi luar dalam!"

Ramalan Zodiak Malam ini - Aries Segera Petakan Serangan, Tes Sudah Selesai Leo jadi Santailah

Drakor Clean With Passion For Now Rating Tertinggi di Episode 1, Malam ini Episode 2 Tayang

Tonton Sekarang! LIVE STREAMING Final MAMA 2018 Hongkong, Lihat Aksi Pangung BTS & Wanna One!

"Ya, saya masih ingat jelas seorang TKW yang dianiaya hingga kritis. Kritis karena tidak sanggup melayani nafsu bejat seorang laki-laki yang menipunya. Pulang! Itu saja jalan keluar terbaik. Meskipun pulang pun adalah bencana yang tidak kecil. Ditolak dan dikucilkan karena pulang dalam tangan hampa, sakit-sakitan, cacat fisik maupun cacat mental, bahkan dicacatkan secara sosial.

"Ya, masih jelas dalam ingatan saya juga adalah TKW yang pulang dalam keadaan babak belur bahkan hampir cacat seumur hidup. Bagaimana kondisi mentalnya berada di tengah keluarga dan tempat asalnya?"

"Mudah-mudahan Gubernur satu dan dua bergerak cepat. Syukur! Ada TKW di bawah umur yang dijemput dan dibawa pulang. Mudah-mudahan segera diproses pelakunya. Jemur saja di bawah tiang bendera dan ditonton banyak orang."

***
Ya! Ini gempa bumi. Di Palu korban gempa dengan ribuan jiwa. Di NTT korban dagang orang dengan ribuan TKI TKW. Yang tercatat maupun tidak tercatat. Yang sangat sedikit legal dan ribuan yang nonlegal. Kapankah gempa bumi ini akan berakhir?

"Sebagai warga NTT saya malu sekali!" kata Rara.
"Bukankah kamu salah satu pelakunya?" tanya Nona Mia.

"Itu dulu! Sekarang sudah bertobat!" sambung Rara.
"Setelah sepak terjangmu seperti likuifaksi di Palu yang menenggelamkan warganya. Kamu adalah oknum likuifaksi TKW yang bergerak liar di bawah tanah. Bergerak, merayap, merangsek, merusak, dan menghancurkan."

"Aku memang oknum likuifaksi dagang orang, khusus TKW, lebih khusus lagi yang ilegal, lebih-lebih lagi yang di bawah umur dan bisa kumakan main-main saja!"
"Mengaku ya?" sambar Nona Mia dengan kesal.

"Ya, saya sungguh bertobat. Sudah menjual saudara-saudari saya sendiri!" Rara tertunduk sedih.

"Hai Rara!" Jaki muncul tiba-tiba.

***
Dengan penuh semangat Jaki mengajak Rara kembali menciptakan gempa dahsyat. Dengan penuh keberanian dia sampaikan bahwa moratorium sedang proses dan akan memakan waktu lama. Dengan sungguh-sungguh dia pastikan bahwa upaya selundupkan sepuluh orang TKW baru akan segera dieksekusi. Dia pastikan agar Rara mau terlibat bersamanya dengan iming-iming lembaran merah dan biru dalam jumlah besar.

"Aku sudah bertobat!" kata Rara.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved