Berita Kabupaten Sikka

Dinas PU Sikka Siagakan Louder di Kali Dagemage

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sikka di Pulau Flores, Propinsi NTT menempatkan satu unit louder

Dinas PU Sikka Siagakan   Louder di  Kali  Dagemage
PUPR Sikka
Jembatan darurat di Kali Dagemage, perbatasan Desa Kolisia A dan Desa Kolisia B di Kecamatan Magepanda, 16 Kmarah utara Kota Maumere di Pulau Flores, Propinsi NTT., Jumat (30/11/2018) hampir putus diterjang banjir. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Euginius  Mo’a

POS-KUPANG.COM|MAUMERE---Dinas   Pekerjaan  Umum   dan Penataan  Ruang  (PUPR)   Kabupaten Sikka di Pulau   Flores, Propinsi  NTT menempatkan satu unit louder di  Kali  Dagemage, pasca  banjir yang menerjang  jembatan darurat, Jumat (30/11/2018)  siang.  Penempatan louder  itu  mengantisipasi  bilamana  jembatan itu benar-benar putus.

“Iya memang   betul  jembatan  darurat ini  agar rusak  setelah  hujan  lebat tadi  siang,”  kata  Kepala  Dinas PUPR  Sikka, Tommy  Lameng,  kepada  POS-KUPANG.COM, Jumat  malam.

KSP AMT Buka Lagi TPK di Pota Manggarai Timur. Ini Tujuannya !

Duh! Gelombang Setinggi 2,5 Meter dan Hujan Disertai Petir di Beberapa Daerah di NTT Hari Ini

Ini Kecaman KP2B NTT Terhadap Hakim yang Terkena OTT

Hari Ini Unipa Maumere Wisuda 223 Sarjana dan Diploma

Menurut  Tommy, pembangunan  jembatan  baru  akan dilaksanakan  tahun depan  oleh pemerintah Propinsi NTT menggunakan dana APBN  2019.   Untuk  penanganan  darurat,   Pemprop  NTT menyediakan anggaran.

Lalu lintas  darat  melalui jalan  Trans Utara Pulau  Flores  dari  Kota  Maumere mulai terganggu, Jumat  (30/11/2018) petang. Jembatan  darurat melintas  Kali Dagemage  di perbatasan  Desa Kolisia  A dan Desa Kolisia B,  Kecamatan Magepanda, 16 Km  arah utara  Kota Maumere nyaris  rubuh  setelah  hujan  deras  sepanjang  hari Jumat siang.   Tahun lalu,  crossway  di  kali  tersebut   dibawah   banjir.

Keterangan diterima POS-KUPANG.COM,  Jumat (30/11/2018) malam menyebutkan, hanya  pengendara roda  dua yang berani  melintas  meski   perlu ekstra waspada.    Bila  tidak  awas, jatuh  ke kali dan dibawa  banjir.

Pengemudi  kendaraan  roda empat tak berani  melintas, sebab  tumpukan   batu dan  pasir yang menyangga gelagar  tergerus   banjir dan  rawan  dilewati. Mereka  memilihi balik arah, meski    tidak ada  jalan  alternatif   dari arah Maumere atau sebaliknya.

Jembatan  Dagemage menjadi  urat nadi lalu  lintas   dari Maumere  menuju Mbay, Kabupaten Nagekeo  melewati Kecamatan  Magepanda di  Kabupaten  Sikka, Kecamatan  Kota Baru sampai Maurole  di  Kabupaten Ende. Setiap  hari angkutan penumpang  dari  Maumere dan  sebaliknya dari Mbay melintas di ruas  jalan  ini. (*)

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved