Berita Kabupaten Ngada

Begini Caranya Siswi SMPK Kartini Mataloko Kampanye Anti Kekerasan Terhadap Perempuan di Mataloko

Sekitar 100 lebih siswi SMP Katolik Kartini Mataloko di Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada, turun ke jalan,

Penulis: Gordi Donofan | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG/GORDI DONOFAN
Suasana saat siswi SMPK Kartini Mataloko ikut kampanye anti kekerasan terhadap perempuan di Mataloko Kabupaten Ngada, Minggu (25/11/2018). 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Gordi Donofan

POS-KUPANG.COM | BAJAWA -- Sekitar 100 lebih siswi SMP Katolik Kartini Mataloko di Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada, turun ke jalan, Minggu (25/11/2018).

Ratusan siswi itu ikut melaksanakan kampanye anti kekerasan terhadap perempuan di Mataloko.

Sambil berorasi dan menyerukan yel-yel, ratusan siswi dari sekolah yang hanya punya peserta belajar siswa putri itu melakukan long marc dari lapangan Rutosoro Ekoroka menuju gerbang STKIP Citra Bakti kemudian balik lagi ke petigaan Malanuza-Maumbawa-Ende.

Suasana saat siswi SMPK Kartini Mataloko ikut kampanye anti kekerasan terhadap perempuan di Mataloko Kabupaten Ngada, Minggu (25/11/2018).
Suasana saat siswi SMPK Kartini Mataloko ikut kampanye anti kekerasan terhadap perempuan di Mataloko Kabupaten Ngada, Minggu (25/11/2018). (POS KUPANG/GORDI DONOFAN)

Mereka turun ke jalan didampingi pengurus JPIC Paroki Roh Kudus Mataloko, Koalisi Perempuan Indonesia, dan Para Suster SSpS, yang bersinergis menggelar kegiatan kampanye anti kekerasan terhadap perempuan sedunia selama 16 hari pada 25 November.

Baca: Yuk Kepoin! Rahasia Dibalik Pil KB yang Disebut Sebagai Alat Kontrasepsi Paling Manjur

Atribut yang dikenakan para remaja putri itu menarik perhatian para pengguna jalan dan masyarakat sekitar.

Mengenakan topi dengan ikat kepala berwarna merah dan biru, mereka tampak membawa kembang dan poster berbagai ukuran serta bener.

Ratusan siswi ini menggelar kampanye 16 hari anti kekerasan terhadap perempuan dan anak se-dunia yang diperingati setiap tanggal 25 November dan akan berakhir 10 desember.

Elsi dari kelas IX dan Rahel dari kelas VII dari mobil pick up menyampaikan seruan-seruan agar diakhirinya kekerasan terhadap peremuan dan anak.

Baca: Pohon Tumbang di Desa Noelbaki Kabupaten Kupang, Camat Bilang Kontak Bapak Desa

Baca: Oknum Elit Pemerintah Dan Non Pemerintah Diduga Berperan Meningkatnya Aksi Pencurian Dan Perampokan

Sementara ratusan siswi yang berjalan kaki membagi-bagikan kembang kepada para sopir dan siapa saja yang lewat di jalan.

Dibantu aparat kepolisian dari sektor Golewa, ratusan siswi itu leluasa membagi kembang kepada banyak orang yang berjalan lambat di sepanjang jalan.

Sebanyak 1.200 kembang dibagikan kepada pengguna jalan dan umat yang sedang merayakan hari Kristus Raja Semesta Alam di Paroki Mataloko.

Dari mobil pikap, Elsi dan Rahel tidak surut menyerukan akhiri kekerasan terhadap perempuan.

"Ayo teman-taman, bagi- bagikankan kembang kepada semua yang lewat di jalan ini, terutama kepada laki-laki. Inilah pesan kita," seru Elsi melalui mikrofon yang dipancarkan dua toa pengeras suara, sebagaimana dalam siaran pers yang diterima POS KUPANG.COM, Senin (26/11/2018).

Para remaja putri itu membawa poster yang berisi seruan: "aku sayang kehidupan, stop kekerasan terhadap perempuan dan anak, aku cinta masa depan, hindari Alkohol, hindari Narkoba, stop HIV AIDS, together we can-bersama kita bisa, mari kita putuskan mata rantai kekerasan terhadap perempuan dan anak, perempuan adalah ibu bangsa, perempuan melahirkan generasi mendatang.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved