Berita Kota Kupang

Tema Seminar Internasional Pertama Poltekkes Kemenkes Kupang Dinilai Sangat Menarik

Yang bisa kita dapatkan dari para pembicara dari negara lain yaitu pengalaman mereka. Pengalaman mereka termasuk dalam menggunakan teknologi

Tema Seminar Internasional Pertama Poltekkes Kemenkes Kupang Dinilai Sangat Menarik
POS KUPANG/GECIO VIANA
Perwakilan Universidade Da Paz, Republik Demokratik Timor Leste (RDTL), Prof. Dr. Nelson Eduardo Soares Martins, MD.MHM ketika ditemui POS-KUPANG.COM disela seminar internasional pertama Poltekkes Kemenkes Kupang di Hotel Neo Aston Jalan Piet A. Tallo Liliba, Kota Kupang, Jumat (16/11/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Viana

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Tema seminar internasional pertama Poltekkes Kemenkes Kupang yang mengangkat peranan tenaga kesehatan dalam bidang pendidikan, penelitian dan pelayanan di era revolusi industri 4.0 dinilai sangat menarik.

Baca: Anda Ingin Melakukan Perjalanan ke Sabu?

Baca: Pemkab Kupang Tunggu Kebijakan Nasional Soal Hasil CPNS

"Selamat kepada Poltekkes yang mengangkat tema yant sangat bagus dan menarik," ungkap perwakilan Universidade Da Paz, Republik Demokratik Timor Leste (RDTL), Prof. Dr. Nelson Eduardo Soares Martins, MD.MHM kepada POS-KUPANG.COM disela seminar internasional pertama Poltekkes Kemenkes Kupang di Hotel Neo Aston Jalan Piet A. Tallo Liliba, Kota Kupang, Jumat (16/11/2018).

Baca: Dinas Pariwisata Kabupaten Kupang Belum Tahu Pembatalan TdT

Baca: Pegawai P3K Besaran Gajinya Sama Dengan PNS, Pemkab Mabar Masih Tunggu PP

Menurut mantan Menteri Kesehatan (RDTL) tahun 2007-2017 ini, globalisasi dan revolusi industri 4.0 yang tengah berlangsung jika dimanfaatkan dengan baik maka akan sangat membantu dan mendukung pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Sehingga, melalui seminar internasional yang menghadirkan pembicara dari lima negara yakni Timor Leste, Australia, Filipina, Malaysia dan Thailand dapat menjadi wadah untuk mentransfer pengetahuan dan pengalaman.

Baca: 66 Peserta Lolos Passing Grade, Plt Kepala BKPP Manggarai Mengaku Tunggu Keputusan Pusat

Baca: Gedung Koperasi Serviam Di Ende Terbakar

"Yang bisa kita dapatkan dari para pembicara dari negara lain yaitu pengalaman mereka. Pengalaman mereka termasuk dalam menggunakan teknologi untuk membantu masyarakat," katanya

Baca: Diisukan Dekat dengan Reino Barack, Syahrini Bilang Begini

Baca: Zack Lee: Saya Tidak Pacari Vegan! Ada Apa Ini?

"Saya beri contoh di Timor Leste dimana lokasi geografinya sangat berat, kalau ibu-ibu hamil yang tempat tinggalnya sangat jauh kan komunikasinya susah, lalu kami sudah pakai program 'Liga Ina' jadi setiap informasi kita tinggal kirim secara otomatis ke Ibu tersebut untuk mengingatkan Ibu tersebut tentang kehamilannya sudah berapa lama dan tanda bahaya serta bagaimana mengontak tenaga kesehatan," jelasnya.

Selain itu, pada bidang penyakit tuberkulosis (TBC) pihaknya juga selama ini memanfaatkan teknologi yang mampu mendiagnosa penyakit tersebut.

"Teknologi seperti itu yang kita bagi untuk meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat," katanya.

Mengingat topografi, iklim, geografi dan dari karakteristik penduduk yang hampir sama antara RDTL, kata Nelson, kerja sama yang perlu dikembangkan antara RDTL dan Provinsi NTT adalah penelitian karena banyak terdapat penyakit-penyakit lintas batas terutama pada masyarakat yang berdomisili di wilayah perbatasan.

Halaman
12
Penulis: Gecio Viana
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved