Berita Pendidikan
Wow! Para Siswa di SMP dan SMA NCIPS Disiapkan Khusus Untuk Kompetisi
Para siswa SMP dan SMA Nusa Cendana International Plus School Kupang selalu disiapkan untuk berkompetisi baik lokal maupun nasional.
Penulis: Apolonia M Dhiu | Editor: Apolonia Matilde
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Apolonia Matilde Dhiu
POS-KUPANG.COM|KUPANG - Para siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) maupun Sekolah Menengah Atas (SMA) Nusa Cendana International Plus School Kupang selalu disiapkan untuk berkompetisi dalam berbagai even perlombaan baik lokal, nasional maupun internasional. Para guru yang disiapkan di sekolah tersebut pun adalah guru kompetisi.
Ketua Yayasan Servas Mario Fundation, Servas Mario Paty, didampingi Kepala SMA NCIPS Kupang, Imelda R Agat, dan guru pendamping mata pelajaran Kimia, Theodor Bolle, S.Si, M.Sc, dan guru Biologi, Stormy Vertygo, S.Si, M.Sc, kepada Pos Kupang, Rabu (7/11/2018), mengatakan, dirinya menginginkan agar para siswa yang menimba ilmu di NCIPS Kupang tidak disiapkan untuk menjadi siswa prestasi tetapi siswa kompetisi.
SMP dan SMA NCIPS Kupang masuk 11 besar nasional dalam Lomba Cerdas Cermat Kimia (CCK) dan Cerdas Cermat Biologi (CCB) Tingkat Nasional yang diselenggarakan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya pada tanggal 2-4 November 2018.
Baca: Kampung KB Kelurahan Naimata Jadi Rumah Data Kependudukan
"Para siswa di NCIPS harus disiapkan menjadi siswa kompetisi, sehingga selalu siap sedia mengikuti berbagai kompetisi yang dilakukan di tingkat lokal, propinsi, nasional maupun internasional," kata Servas yang adalah pemilik sekolah tersebut.
Menurut Servas, para siswa harus tetap semangat, karena guru mereka adalah guru kompetisi. Sekolah ini tidak sekadar menghasilkan siswa prestasi tetapi menekankan menjadi siswa kompetisi sehingga anak harus disiapkan kapan saja.
"Bagi mereka yang siap berkompetisi dilatih khusus, dan di NCIPS banyak guru hebat," katanya.
Baca: Terkendala Lahan, Hampir Sejuta PNS dan TNI/Polri Belum Punya Rumah
Menurut Servas, di sekolah tersebut antara guru dan siswa bukan saja sebagai guru dan peserta didik, tetapi sebagai sahabat. Ada nilai positif yang tercipta.
Servas berharap, jika selama ini para siswa mengikuti even nasional selalu dibiayai sendiri oleh sekolah dan orang tua, ke depan dirinya berharap pemerintah daerah bisa memberikan perhatian kepada para siswa berprestasi dan siswa yang mengikuti kompetisi.
Karena, katanya, para siswa tersebut tidak saja membawa nama sekolah tetapi juga membawa nama daerah NTT.
Guru pembimbing mata pelajaran Kimia, Theodor Bolle, S.Si, M.Sc, mengatakan, SMP dan SMA NCIPS mengikuti lomba CCK dan CCB yang diselenggarakan Fakultas Sains dan Teknik, Unair Surabaya.
CCK dan CCB berskala nasional tersebut, kata Theodor, diikuti 1.800 tim se- Indonesia. Lomba CCK dan CCB Unair 2018 adalah yang ke-18 kali, dan SMA NCIPS mengikutinya sejak tahun 2017.
Baca: Bandar Pemasok Narkoba untuk Anggota DPRD Ditembak
Menurut Theodor, tim SMA NCIPS berhasil menjadi satu-satunya tim dari NTT yang berhasil lolos masuk ke kuarter final 50 besar se-Indonesia untuk kompetisi Kimia dengan melibatkan peserta kelas X, sedangkan sekolah lain diikuti siswa kelas XII.
Di momen yang bersamaan juga mengadakan kompetisi Biologi yang lebih difokuskan pada Biology Environmental atau Biologi Lingkungan dan dua tim dari SMA NCIPS Kupang berada di posisi 12 dan 15 besar tingkat nasional.
"Dari 540 tim se-Indonesia yang diseleksi, Tim SMA NCIPS menduduki peringkat 11 nasional, yang diwakili Rafael Pratama Tokan dan Ricky A Lerrick untuk lomba CCK dan Lomba CCB diwakili Fransiskus Asisi Tokan dan Bryan William," katanya.
"Para siswa ini banyak mengikuti kompetisi nasional, sehingga walaupun persiapan mepet hanya seminggu, tetapi memaksimalkan pertemuan tatap muka, dan mereka terpaksa dikarantina. Karena materi yang dilombakan tidak hanya materi SMA tetapi juga materi kuliah semester 3 ke atas dan mereka mampu," katanya.
Baca: Eko Yuli Irawan Tabung Uang Bonus untuk Bangun Sasana Angkat Besi
Dia berharap, para siswa lebih mempersiapkan diri ke depan dan model pembelajaran di kelas harus bisa meningkatkan grade jika ingin berkompetisi di tingkat nasional.
Kepala SMA NCIPS Kupang, Imelda R Agat, mengatakan sekolah selalu mendukung para siswa yang ingin mengembangkan prestasi, bakat dan minat di semua bidang.
Menurut Imelda, dirinya memberikan apresiasi kepada para siswa yang telah membawakan nama sekolah dan nama daerah NTT ke kancah nasional.
"Terima kasih kepada orang tua dan yayasan yang memberikan dukungan yang luar biasa sehingga siswa bisa dapat prestasi yang luar biasa," katanya.
Sebelumnnya, SMA NCIPS mengikuti Lomba Cerdas Cermat Bahasa Inggris yang diselenggarakan oleh Badan Permusyawaratan Perguruan Tinggi Swasta yang diikuti semua sekolah swasta di Aula DPD RI Propinsi NTT (22-23/10/2018).
Baca: Insentif Imam Masjid dan Pendeta Akan Dinaikkan
Dalam perlobaan tersebut SMA NCIPS meraih juara I, dan Juara II dari SMA Giovanni, Juara III SMA Frater Maumere, Juara Harapan I, SMA Prima Higienis, dan Juara Harapan II, SMA Kristen Mercusuar Kupang.
"Dalam proses ada sekolah yang bagus, tetapi sekolah kami memiliki sesuatu yang lebih karena jadi keseharian di sini sistim pembelajaran menggunakan dua bahasa sehingga anak-anak sudah terbiasa dengan bahasa Inggris. Sehingga lebih paham grammer. Dan lomba itu berhubungan dengan grammer, jadi anak-anak tidak saja bisa berkomunikasi tetapi harus terstruktur," kata guru bahasa Inggris, Erlinda S Palle, S.Pd, M.Pd. (*)