Berita Nasional Terkini

Eko Yuli Irawan Tabung Uang Bonus untuk Bangun Sasana Angkat Besi

Atlet angkat besi, Eko Yuli Irawan berencana membangun sasana angkat besi agar Indonesia bisa terus mencetak lifter handal.

Eko Yuli Irawan Tabung Uang Bonus untuk Bangun Sasana Angkat Besi
Foto: Kemenpora RI/NUGYASA LAKSAMANA/BOLASPORT.COM
Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Imam Nahrawi (kiri), berpose dengan atlet angkat besi Eko Yuli Irawan, di Istana Negara, Jakarta, Kamis (8/11/2018). 

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Atlet angkat besi, Eko Yuli Irawan berencana membangun sasana angkat besi agar Indonesia bisa terus mencetak lifter handal. Sasana itu akan dibangun dari uang bonus yang tengah dikumpulkan oleh Eko.

"Yang pasti inginnya sih ke depan punya sasana sendiri. Supaya bisa tampung remaja-remaja lagi, yang baru lagi," kata Eko usai bertemu Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (8/11/2018).

Eko diterima Jokowi dengan menyandang status juara dunia melalui torehan 3 medali emas nomor 61 kilogram pada Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2018, di Ashgabat, Turkmenistan, Minggu (4/11/2018).

Baca: Formappi: Ribuan Caleg pada Pemilu 2019 Enggan Publikasikan Identitas

Atas prestasi itu, Eko mendapatkan bonus Rp 250 juta dari Presiden Jokowi dan Rp 200 juta dari Kemenpora. Eko juga akan mendapat bonus dari Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi, Berat, dan Binaraga Seluruh Indonesia (PB PABBSI).

Eko mengaku akan menabung uang bonus yang diterimanya agar cita-cita untuk membuat sasana angkat besi bisa segera tercapai.

Baca: Jaksa KPK Siapkan 1.211 Lembar Surat Tuntutan untuk Zumi Zola

"Supaya bisa tampung remaja-remaja lagi, yang baru lagi. Karena kita sudah belasan tahun di angkat besi, kayaknya sudah tau skillnya, sudah tau cara menangani atlet, pengin menciptakan juga supaya di angkat besi prestasinya tidak mandek," ucap Eko.

Eko yang kini berusia 29 tahun khawatir tak ada lagi atlet-atlet angkat besi yang berprestasi setelah ia pensiun. Oleh karena itu lah ia ingin membantu mencetak lifter-lifter handal.

"Takutnya setelah saya pensiun belum ada lagi itu yang saya takutin. Setidaknya kita bisa menciptakan juga," kata Eko. (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved