Berita Manggarai Timur Terkini

Pria 24 Tahun Ini Tega Mencabuli Siswi SD, Keluarga Sudah Lapor ke Polisi

Kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur kembali terjadi di Kabupaten Manggarai Timur (Matim).

Pria 24 Tahun Ini Tega Mencabuli Siswi SD, Keluarga Sudah Lapor ke Polisi
POS KUPANG.COM/ARIS NINU
Kapolres Manggarai, AKBP Cliffry Steiny Lapian, SIK

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu

POS-KUPANG.COM | BORONG - Kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur kembali terjadi di Kabupaten Manggarai Timur (Matim).

YS (10), siswi SD di Kampung Rawang, Desa Tengku Lawar, Kecamatan Lamba Leda, Matim harus kehilangan masa depannya. YS diduga diperlakukan tidak sopan oleh MM, pria berumur 24 tahun.

MM yang satu kampung dengan korban kini telah dilaporkan ke aparat kepolisian di Lamba Leda agar mempertanggungjawab perbuatannya secara hukum.

Baca: Seratus Lebih Formasi CPNS Sikka Tidak Terisi, Pemkab Belum Pikirkan Solusi

Kasus yang menimpa YS, siswa SD di Lamba Leda ini mengejutkan orangtuanya.

Kapolres Manggarai, AKBP Cliffry Steiny Lapian, SIK melalui Kasubag Humas, Ipda Daniel Djihu kepada POS-KUPANG.COM di Ruteng, Rabu (7/11/2018) siang, menjelaskan, pada Selasa (6/11/2018) pukul 18.30 Wita ayah korban datang di Kantor Polsubsektor Benteng Jawa untuk melaporkan perbuatan MM.

Baca: Hingga Hari Kedua Tes CPNS Kabupaten Kupang, 25 Orang Sudah Lolos Passing Grade

"Pelaku bernama MM (24) berprofesi sebagai petani," ujar Daniel.

Ia menjelaskan, kisah naas yang menimpa YS bermula dari Minggu (4/11/2018) pukul 12.00 wita. Saat itu korban bersama kakak kandungnya IK sedang tidur siang di rumah.

"Pintu kamar saat itu ditutup. Tiba-tiba datang pelaku dan langsung membuka pintu kamar lalu masuk ke dalam kamar dan tidur disamping korban. Setelah pelaku sudah berada di dalam kamar dan tidur di samping korban, pelaku memeluk dan mencium korban sambil menindih korban dari atas perut korban. Pelaku pun berbuat tidak benar pada korban. Pelaku sempat mengatakan kepada korban, kau jangan teriak," jelas Daniel.

Ia mengatakan, korban akhirnya menyampaikan apa yang dilakukan MM pada orangtuanya. "Setelah kejadian korban langsung menceritakan kejadian tersebut kepada kedua orangtuanya sehingga kedua orang tua korban mendatangi orangtua pelaku untuk memberitahukan kejadian tersebut. Setelah kedua orangtua pelaku mendengar cerita dari kedua orangtua korban tentang kejadian tersebut, kedua orangtua pelaku meminta maaf atas perbuatan anak kandungnya dan meminta kepada kedua orangtua korban agar menyelesaikan masalah tersebut secara dat Manggarai. Dalam penyelesaian secara Adat Manggarai tidak menemui solusi karena orangtua pelaku hanya bisa meminta maaf terhadap korban dengan membawa Ayam satu ekor dan tuak satu botol sehingga kedua orang tua korban tidak terima dan melaporkan kejadian tersebut ke Kasubsektor Benteng Jawa," papar Daniel.

Ia menegaskan, pelaku saat ini sudah melarikan diri dan tidak ada di Kampung Rawang. Namun polisi akan mengejar pelaku agar melakukan proses hukum sesuai laporan korban. (*)

Penulis: Aris Ninu
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved