Berita Kota Kupang

Gubernur NTT Viktor Laiskodat Doyan Kue Kelor Buatan Wanita Cantik Ini. Mengapa?

Pertemuan dengan Gubernur Viktor Laiskodat tidak sengaja. Awalnya, ada kegiatan launching Cafe Juragan Kelor

Penulis: Apolonia M Dhiu | Editor: Dion DB Putra
POS KUPANG/AMBUGA LAMAWURAN
Mathilda Masaubat 

POS-KUPANG.COM, KUPANG -- Mathilda Masaubat (32) bangga. Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat doyan kue kelor buatannya dan meminta dia mengantar kue itu setiap pagi ke Gedung Sasando, kantor Gubernur NTT pada hari kerja.

Dia memang sudah lama menekuni dunia bisnis, tetapi baru beberapa bulan menggeluti dunia kelor dia terpilih untuk membuat penganan kelor buat orang nomor satu di bumi Flobamora ini.

Pertemuan dengan Gubernur Viktor Laiskodat tidak sengaja. Awalnya, ada kegiatan launching Cafe Juragan Kelor di PLUT Provinsi NTT. Kegiatan itu dibuka Gubernur Viktor Laiskodat

Baca: Ramalan Zodiak Hari Ini, 5 November 2018, Aries Putus Asa, Gemini Hadapi Tantangan

Baca: 10 Maskapai Ini Disebut Paling Aman di Dunia, 5 Diantaranya dari Asia, Apa Saja?

Baca: Inilah 6 Drama Korea yang Dibintangi Shin Won Selain Drakor Legend of The Blue Sea

"Sewaktu turun dari mobil, beliau berjalan keliling stan dan sampailah di depan stan kami. Pak Gubernur mencicipi kue buatan saya dan langsung menyampaikan untuk diantar tiap pagi ke ruangannya. Kue tersebut untuk disantap dan untuk menjamu tamu termasuk Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi, " ujar Mathilda Masaubat kepada Pos Kupang, Jumat (2/11/2018).

Pengalaman tersebut boleh memekarkan senyumnya. Dalam beberapa even yang digelar dan diikutinya, Mathilda hanya bisa menjual brand. Keuntungan masih jauh dari pikirannya. Dan, dia merasa sudah seharusnya begitu.

"Namanya juga promosi. Kadang untungnya tidak ada. Kita jual brand dulu supaya dikenal orang," katanya.

Dulu, dia tidak perlu memaksakan dirinya untuk bangun pagi lebih awal. Karena Mathilda memiliki usaha kafe, Coda Ian Cafe namanya. Dia akan bangun pagi sekitar pukul 06.30 Wita untuk mempersiapkan makanan minuman untuk disiapkan di kafe miliknya.

Kini, ceritanya jelas berubah. "Saya harus bangun pagi pukul 03.00 Wita," ujarnya.
Dia harus bangun lebih awal karena harus menyiapkan makanan ringan untuk diantar ke Gedung Sasando.

"Proses membuatnya itu yang lama. Saya mulai bekerja dari jam 03.00 dan saya bisa packing pada pukul 07.00 Wita. Pukul 07.30 Wita, saya sudah antar kue kelor ke kantor gubernur," jelasnya.

Setelah dari kantor gubernur, perempuan asal Kefamenanu itu tidak berdiam diri. Dia masih harus bekerja, menyiapkan menu-menu untuk keperluan di Koda Ian Cafe yang terletak di Penfui, Kota Kupang. "Setelah di Koda Ian Cafe, saya mesti menyiapkan makanan untuk disetor ke Cafe Juragan Kelor," imbuhnya.

Mathilda menjelaskan, ada empat jenis kue berbahan dasar kelor yang harus diantar ke gedung bergaya alat musik Sasando itu. "Untuk kue Moringa Brownies, saya antar 12 potong, Moringa Cake 12 potong, Klepon Kelor 10 potong, dan Bahana Cake Kelor berjumlah 10 potong," katanya.

Sejak kampanye daun kelor dicanangkan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, banyak UMKM yang menangkap peluang tersebut dengan memanfaatkan kelor sebagai penganan yang lezat dan enak.

Pengelola Taman Dedari Kupang, Sri Sudarti, yang ditemui, Rabu (31/10/2018), mengatakan dirinya tertantang membuat penganan berbahan kelor sejak debat cagub- cawagub pada bulan April 2018.

Sri mengatakan, awalnya dia mencoba untuk mengelola menu makanan berbahan dasar kelor. Ternyata penggemar panganan kelor banyak.

Sejak itu dia mulai membuat beberapa menu makanan dan minuman aneka kelor di Taman Dedari Sikumana Kupang, seperti pepes ikan kelor, batok ikan kelor, rumpu- rampe kelor, telur dadar kelor, tumis bunga/daun kelor, semur kelor, garang asam kelor, mie goreng kelor ayam, dan mie ayam kelor.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved