Begini Kondisi Toilet pada Kantor-kantor Instansi Pemerintah di Provinsi NTT

Gubernur menginstruksikan gerakan kebersihan seperti membersihkan secara rutin lingkungan dan gedung kantor

Editor: Dion DB Putra
tribunnews.com
ilustrasi 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat mencanangkan gerakan kebersihan secara tertib dan terpadu. Gubernur mengistruksikan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemprov NTT melaksanakan kegiatan kebersihan pada masing-masing instansi.

Momentum gerakan kebersihan ini hendaknya menggugah Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk memperhatikan kebersihan toilet kantor instansi pemerintah yang pada umumnya jorok.

Instruksi Gubernur NTT tentang Gerakan Kebersihan nomor : BU.188.5/01/2018, tanggal 5 Oktober 2018.

Gubernur menginstruksikan gerakan kebersihan seperti membersihkan secara rutin lingkungan dan gedung kantor, menyediakan tempat sampah di masing-masing lokasi sesuai kebutuhan di setiap kantor pemerintah, membuang sampah plastik (botol aqua, minuman dan sebagainya) pada tempatnya.

Baca: Libra Dan 3 Zodiak Ini Setia Dan Bisa Berkomitmen, Bareng Mereka Kamu Bebas Dari Rasa Khawatir

Baca: Penggemar Drama Korea, Intip 10 Drakor Yang Bakal Tayang Bulan Oktober 2018

Baca: Tak Hanya Suga BTS, Enam Member BTS Ini Juga Ungkap Kriteria Pacar Mereka, Army Langsung Kepo

Gubernur melarang membakar sampah, melainkan sampah diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Selain itu, menginstruksikan koordinasi dengan pemerintah Kota Kupang khususnya Dinas Kebersihan untuk pengangkutan sampah

"Saya minta agar kita semua warga NTT jangan mencederai wilayah NTT ini dengan sampah. Saya tidak tahan kalau lihat kota ini penuh dengan sampah plastik," kata Viktor, Sabtu (27/10/2018) lalu.

Dikatakannya, Pemprov NTT menetapkan pariwisata sebagai motor penggerak dari semua bidang pembangunan di NTT. Oleh karena itu salah satu yang menjadi perhatian adalah soal kebersihan.

Ia mengimbau semua masyarakat wajib membuang sampah pada tempatnya karena NTT terkenal dengan daerah yang eksotik. "Karena eksotik, maka kita jangan ciderainya dengan sampah. Jika ada sampah yang kita temukan mari pungut dan buang pada tempatnya," imbuhnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) NTT, Ir. Ben Polo Maing mengatakan Pemprov NTT gencar membangun kesadaran ASN agar tidak membuang sampah di sembarang tempat, terutama sampah plastik.

Menurutnya, Pemprov NTT juga telah membangun kesepakatan dengan bupati dan walikota untuk mencegah sampah plastik. "Kesepakatan bersama itu dibuat saat rapat koordinasi pada 23 Oktober 2018," jelas Polo Maing.

Kebersihan Toilet

Secara khusus Gubernur Viktor mengingatkan pimpinan OPD dan ASN memperhatikan kebersihan toilet-toilet. Menurutnya, jika toilet saja tidak bersih apalagi hal lain.

"Toilet itu yang utama, jika masuk ke toilet sebelum keluar harus bersihkan sehingga budaya ini terbawa," ujar Viktor dalam acara dialog dengan pejabat pemerintah kabupaten dan Kota Kupang di Hotel Aston, Selasa (23/10/2018) lalu.

"Saya tidak mau orang datang menghina kita. Kita punya tanggungjawab semua soal kebersihan ini," tandasnya.

Kebersihan toilet instansi pemerintah kerap menjadi sorotan karena kebersihannya tidak terjaga. Toilet yang rusak juga tidak secepatnya diperbaiki, malah diabaikan begitu saja.

Sebagai contoh, ada dua toilet pria di gedung DPRD NTT dalam kondisi rusak. Toilet yang terletak di deretan ruang rapat fraksi-fraksi itu sudah tidak tidak berfungsi lama. "MOHON MAAF SEDANG RUSAK," demikian tulisan di bekas kotak nasi menempel pada urinoir.

Kondisi ini berbeda dengan toilet yang ada di Kantor Gubernur NTT, semuanya baik dan bersih. Kebersihan toilet berkat peran Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi yang mengontrol pada hari pertama berkantor setelah dilantik Presiden Joko Widodo, Rabu (12/9/2018) lalu.

Saat itu, Wagub Josef melakukan inspeksi menemukan ada toilet yang tidak berfungsi dan air tidak lancar. Sebulan kemudian, Wagub Josef mengungkapkan rasa senangnya karena toilet sudah bersih. "Saya senang karena sekarang toilet-toilet sudah bersih," katanya saat peresmian Rumah Produk Sasando di Kantor Gubernur NTT, Rabu (17/10/2018) lalu.

Di Kabupaten Kupang, toilet umum khusus laki-laki rusak dan ditutupi kertas koran. Hal ini terpantau pada toilet di lantai 1 Kantor Bupati Kupang, Jumat (26/10/2018). Empat unit urinoir - tempat buang air kecil berdiri yang biasanya digunakan untuk laki-laki - yang menempel di dinding semuanya rusak.

Semua urinoir ditutup dengan kertas koran. Kondisi ini berbeda dengan kamar mandi yang tergolong sangat bersih, disemprotkan dengan pewangi ruangan. Kepala Bagian Umum Setda Kabupaten Kupang, Oktovianus Tahik mengatakan, toilet yang rusak akan diperbaiki pada tahun 2019.

Toilet rusak juga ada di Kantor Sekretariat DPRD Sumba Timur. Terpantau Jumat (26/10/2018), ada enam unit toilet di lantai I. Ada dua unit yang terlihat rusak dan pintu kamar toilet terlihat kunci rapat. "WC INI RUSAK," demikian tulisan yang terpampang pada daun pintu toilet wanita.

Sedangkan di lantai 2 kantor DPRD Sumba Timur ada 6 unit toilet, ada satu unit rusak sehingga tidak berfungsi. Terlihat juga dua unit urinoir tidak berfungsi ditutupi debu tebal.

Kabag Umum dan Keuangan Sekretariat DPRD Sumba Timur, Wihelmus Lamba menjelaskan, keseluruhan 15 toilet. Lantai 1 terdapat enam toilet, dua mengalami kerusakan. Sementara pada lantai 2 ada terdapat enam unit toilet, namun satu toilet mengalami kerusakan.

Menurut Wihelmus meski semua toilet bagus, namun air bersih sebagai sarana penunjang seperti air bersih yang menjadi kendala. "Tidak tahu alasan apa air ini sering macet, tapi mungkin karena musim kemarau sehingga debitnya menurun," ujar Wihelmus.

Di Kantor Bupati Sumba Timur ada tiga unit toilet umum dalam kondisi baik dan berfungsi. Namun ada 2 unit urinoir terlihat kotor. Kabag Umum Setda Kabupaten Sumba Timur, Anita Ndima menjelaskan secara keseluruhan toilet di kantor Setda ada 12 unit. Namun air sering macet. "Air bersih di toilet ini yang sering macet, kalau macet kita pakai air dari tangki," ujar Anita.

Toilet rusak juga terdapat di lantai I Kantor DPRD Sumba Barat. Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris DPRD Sumba Barat, Sape Pua Manung membenarkan salah satu toilet tersebut luput dari perhatiannya.

Ia berjanji segera meminta staf membereskannya.Kondisi toilet di Gedung Karya Siaga Waikabubak juga jelek. Toilet itu sering digunakan pegiat olahraga di lapangan Manda Elu. Toilet tidak terawat karena tidak tersedianya air bersih.

Kondisi berbeda ditemukan di Kantor Bupati TTS dan DPRD TTS. Semua toilet terlihat bersih. Air juga tersedia. Kasubag Humas dan Protokol Setda TTS, Juanda Kause mengatakan, untuk kebersihan kantor bupati dan gedung DPRD TTS dipercayakan kepada pihak ketiga, PT Aritma Persada.

Sekretaris DPRD TTS, Roby Selan mengaku, keberadaan petugas kebersihan sangat membantu dalam menjaga kebersihan kantor khususnya toilet. Petugas kebersihan juga selalu mengecek ketersedian air.

Sementara di Kantor Bupati TTU terdapat 21 toilet. Semuanya dalam keadaan bersih. Lantai I dan I masing-masing terdapat delapan toilet. Tiga toilet lainnya masing-masing di ruangan bupati, wakil bupati, serta sekda.

Kepala Bagian Umum Setda TTU, Yosef Tanu, S.STP, MSi mengatakan, pihaknya menyediakan petugas kebersihan. "Kita menyediakan tenaga ASN dibagian umum yang menangani khusus toilet di kantor bupati. Kalau pada tahun-tahun sebelumnya banyak orang menceritakan bahwa toilet di kantor bupati tidak bersih, sekarang sudah bersih semua," katanya.

Kondisi toilet di gedung DPRD Kabupaten Nagekeo juga terpantau bersih dan air melimpah. Toilet ada dua unit, semuanya berfungsi. Kondisi yang sama terlihat di Kantor Bupati Nagekeo, bersih dan air cukup. (yel/yon/kk/rob/pet/din/mm/gg)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved