Berita Ekonomi Bisnis

Ayo Lapor Jika Ada Petugas PLN Minta Bayaran di Lapangan

Petugas PLN yang melayani masyarakat tidak boleh meminta uang di lapangan. Kalau ada, ayo lapor

Penulis: Hermina Pello | Editor: Hermina Pello
ISTIMEWA
Lomba Akademi Yantek di halaman parkir kantor UP3 Kupang 

Laporan Wartawan POS-KUPANG.COM, Hermina Pello

POS-KUPANG.COM | KUPANG-PLN melalui kegiatan Akademi Pelayanan Teknik (Yantek) menghimbau kepada seluruh stakeholder perusahaan untuk tidak menerima gratifikasi dalam bentuk apapun.

Manager Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Kupang,  Arif Rohmatin saat membuka Lomba Akademi Yantek di halaman parkir kantor UP3 Kupang, mengajak masyarakat untuk melapor jika ada petugas PLN yang minta uang di lapangan.

Dalam rilis yang diterima POS-KUPANG.COM, Jumat (19/10/2018) dari humas PLN Unit Induk Wilayah NTT dikatakan agar masyarakat juga ikut berpartisipasi sehingga lapor bila ada petugas yang minta uang.

Lomba Akademi Yantek di halaman parkir kantor UP3 Kupang
Lomba Akademi Yantek di halaman parkir kantor UP3 Kupang (ISTIMEWA)

 “Sebagai bentuk penerapan prinsip-prinsip Good Corporate Goverment, PLN menolak segala bentuk gratifikasi baik pada PLN sendiri maupun bagi anak perusahaannya dan juga tidak melakukan berbagai bentuk pungutan liar (pungli) terhadap masyarakat”, ungkapnya

Baca: Dipolisikan Karena Menyuruh Siswi Minum Air Kloset, Kepala Sekolah Mengaku Siap Lakukan Hal ini

Baca: Sudah 11 Kali Jadi Tersangka, Ahmad Dhani Bingung Tahun 2018 Baru Statusnya Jadi Terdakwa

Arif Menambahkan kegiatan akademi yantek yang baru pertama kali diadakan ini bertujuan meningkatkan kompetensi petugas yantek menuju layanan yang berkelas dan profesional.

Tujuannya agar pelanggan  menikmati layanan publik termasuk di dalamnya bahwa PLN tidak menerima suap

"Oleh karna itu jika di masyarakat kedapatan terjadi gratifikasi dan pungli, mohoh segera di laporkan kepada PLN ,”tegas Arif.

Baca: Paulus Igo Geroda Sekda Flotim yang Baru Gantikan Tonce Matutina

Baca: Anak Pelaku Kekerasan terhadap Guru SMAN 4 Kota Kupang Dikeluarkan Sekolah

Kegiatan yang berlangsung tanggal 18-19 Oktober 2018 tersebut mengusung tema “Layanan Berkelas dan Profesional” dilaksanakan dengan jenis kegiatan berupa lomba teknis pemasangan kWh meter gangguan dan knowledge sharing yang difasilitasi oleh tamu yantek dari Surabaya bagian utara, PT. Trafindo, Hexing, dan Proteksindo.

Dalam perlombaan tersebut aspek-aspek yang dinilai adalah Perilaku Senyum Salam Sapa (PS4), Komunikasi, Kerapian, Keandalan, dan Keamanan.

Priyanik Setyabudi, salah satu juri, mengatakan, lomba ini sangat bermanfaat dan rata-rata penerapan PS4 sudah bagus.

"Melalui lomba ini kita bisa melihat implementasi petugas yantek dilapangan dimana mereka adalah mitra kerja PLN yang turut menerapkan Standard Operating Procedure (SOP) dan PS4 perusahaan,” ungkap Priyanik.

Peserta lomba yang terlibat dalam kegiatan tersebut adalah petugas yantek yang berasal dari tujuh Unit Layanan Pelanggan (ULP) yakni ULP Kupang, Oesao, Soe, Kefa, Atambua, Alor dan Rote yang masing-masing ULP terdiri dari 3-4 orang.

Salah satu perwakilan peserta akademi yantek dari ULP Soe bernama Yantri Lassi mengatakan, apa yang ditampilkan dalam perlombaan adalah sesuai dengan pekerjaan mereka setiap hari di lapangan termasuk juga  tidak menerima gratifikasi atau melakukan pungli.

 “Kami bekerja profesional, Kami juga sangat senang dan cukup menikmati dalam mengikuti kegiatan ini, Kalau bisa kegiatan ini diadakan lagi dan harus melibatkan warga masyarakat yang menggunakan layanan kami para yantek UP3 Kupang.”jelas Yantri. (*)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved