Berita Rekrutmen CPNS 2018

Test CPNS di Sikka Gunakan Laboratorium Komputer SMKN 1 Maumere

Laboratorium Komputer milik SMKN 1 Maumere dijadikan tempat ujian penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2018.

Test CPNS di Sikka Gunakan Laboratorium Komputer SMKN 1 Maumere
Ilustrasi seleksi CPNS 2018 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eginius Mo'a

POS-KUPANG.COM | MAUMERE - Laboratorium Komputer milik SMKN 1 Maumere di Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dijadikan tempat ujian penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2018.

"Ujian CPNS, kita gunaan laboratorium komputer SMKN 1 Maumere. Di sana terdapat 120 unit komputer. Namun kami mungkin gunakan 100 unit, sisanya sebagai cadangan," kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sikka, Martha Huberty Pega, Selasa (16/10/2018) siang di Maumere.

Direncanakan setiap hari ujian berlangsung selama lima sesi. Setiap sesi diikuti oleh 100 peserta atau sebanyak 500 peserta/hari.

Baca: Bos Lippo Group Billy Sindoro Ditahan, Setelah 15 Jam di Gedung KPK

"Perkiraan kita ujian berlangsung delapan hari. Setiap peserta akan mengerjakan 100 nomor soal. Kita minta siapkan diri dengan benar, yang menentukan lulus dan tidak adalah peserta itu sendiri," kata Martha.

Sebanyak 4.098 orang mendaftar dalam formasi calon pegawai negeri (CPNS) 2018 memperebutkan 143 formasi di Kabupaten Sikka,Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sampai penutupan pendaftaran Senin (15/10/2018) pukul 23.00 Wita.

Baca: Ini 15 Dokter Baru yang Telah Diambil Sumpah dan Dilantik FK Undana Kupang

Namun empat formasi tidak diisi pelamar yakni analisis keuangan, dokter ahli pratama untuk Puskemas Feondari, dokter gigi untuk Puskesmas Palue, dokter ahli bedah untuk RSUD dr.TC Hillers Maumere, dan satu formasi untuk penyandang disabilitas. Karena itu total formasi CPNS diperebutkan 139.

Martha menjelaskan, setelah tahapan pendaftaran berakhir dilanjutkan tahapan verifikasi administrasi. Hanya pelamar yang lolos seleksi administrasi berhak memasuki tahapan seleksi kompetensi dasar (SKD) dan seleksi kompetensi bidang (SKB).

"Tiga pelamar urutan teratas yang mengikuti SKD dan SKB dilakukan menggunakan metode CAT (Computer Assisted Test). Prosesnya transparan, akuntabel dan obyektif menghasilkan CPNS yang berkualitas," imbuh Martha. (*)

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved