Berita Kabupaten Ngada

KPU Ngada Adakan GMHP Selama Satu Bulan

Pihaknya sudah berkoodinasi dengan Bawaslu dan Parpol untuk mendapat data pencermatan terhadap Pemilih dimaksud .

KPU Ngada Adakan GMHP Selama Satu Bulan
POS KUPANG/GORDI DONOFAN
Jubir KPU Ngada, Aloysius Raubata 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Gordi Donofan

POS-KUPANG.COM | BAJAWA -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengadakan sudah melaksanakan kegiatan Gerakan Melindungi Hak Pemilih (GMHP) bagi wajib pilih yang belum diakomodir dalam Daftar Pemilih Tetap Pilnas 2019.

Juru bicara KPU Ngada, Aloysius Raubata, kepada POS KUPANG.COM, menjelaskan, pihak sudah melaksanakan itu sejak 30 September hingga 29 Oktober 2018.

"Terkait Pemilih yang belum terakomodir dalam DPT, KPU Ngada telah melakukan beberapa langkah strategis yang juga merupakan progres KPU RI yaitu, melakukan koordinasi dengan PPK dan PPS untuk Gerakan Melindungi Hak Pilih (GMHP) di setiap PPS," papar Raubata, Senin (8/10/2018).

Ia mengaku selain itu pihaknya sudah berkoodinasi dengan Bawaslu dan Parpol untuk mendapat data pencermatan terhadap Pemilih dimaksud .

Baca: Imanuel Sebut Inovasi Bukanlah Barang Mewah

Baca: Dirut PDAM Ende Bersama Stafnya Diduga Tilep Uang Pelanggan

Baca: Pasar Pagi Terbatas di TPI, Pemkab Sikka Langgar Aturan

Ia juga mengaku koordinasi dengan Pemda Ngada dalam hal ini Disdukcapil.

"Kami juga melakukan penelusuran pemilih di Lapas dan lokasi tertentu seperti yayasan penyandang cacat, komunitas agama ," ujar Raubata.

Ia mengatakan pihaknya sangat mengharapkan dukungan dari semua pihak agar proses yang terjadi berjalan aman dan lancar. Sehingga target yang ingin dicapai bisa berhasil.

"Dalam kaitan dengan hal ini kami sangat mengharapkan dukungan dari semua pihak untuk melindungi hak pilih dengan cara melaporkan ke petugas kami dilapangan, sehingga pada Pilnas nanti tidak ada pemilih yang terlewatkan di data base KPU Ngada. Sehingga tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari," ujar Raubata.

Ia mengaku dalam GMHP itu yang dilaksanakan yaitu, mengakomodir pemilih yang sudah memiliki E-KTP tapi belum terdaftar.

GMHP akan mengakomodir pemilih yang masih ‘tercecer,’ tidak terekam dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Ia mengaku kegiatan ini digelar Selama sebulan, KPU Ngada akan melakukan penertiban terhadap data pemilih ganda, meninggal dunia, pindah domisili dan yang belum berusia 17 tahun.(*)

Penulis: Gordi Donofan
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved